Sumsel

Banjir Dahsyat Sumatera Jadi Sorotan, BMKG, Pakar UGM hingga WALHI Ungkap Penyebabnya

St Shofia Munawaroh | 1 Desember 2025, 19:15 WIB
Banjir Dahsyat Sumatera Jadi Sorotan, BMKG, Pakar UGM hingga WALHI Ungkap Penyebabnya

AKURAT. CO SUMSEL - Banjir dahsyat yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera masih menjadi perhatian publik.

Bukan hanya dampak, penyebab banjir dasyat Sumatera juga turut disorot berbagai kalangan dengan pandangan berbeda-beda.

Berikut adalah penyebab banjir Sumatera menurut BMKG, pakar hingga WALHI. 

Baca Juga: Detik-Detik Ibu Bonceng Anak Diterjang dan Dibuat Tersungkur Begal di Jalan Bangau Palembang, Polisi Belum Terima Laporan

BMKG: Curah Hujan Bulanan Jatuh dalam Satu Hari

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengungkap penyebab bencana banjir bandang hingga longsor di tiga provinsi Sumatera.

Faktor utama penyebab derasnya hujan pada 25-27 November 2025 lantaran kemunculan fenomena siklon tropis senyar di sekitar Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

Baca Juga: Pelaku Penikaman Sopir Truk di Macan Lindungan Sisa Dua Orang, Polisi Beri Peringatan Keras

Menurut Faisal, curah hujan pada tanggal tersebut sangat ekstrem.

Bahkan, mencakup volume curah hujan dalam satu bulan.

Selain itu, tanah di wilayah setempat tidak mampu menadah tumpahan air hujan ekstrem.

Baca Juga: Diduga Cemburu Buta, Siswa di Palembang Dihajar Siswa Sekolah Lain di Depan Gerbang, Orang Tua Lapor Polisi

WALHI: Banjir Sumatera Disebabkan Kerusakan Hutan

Berbeda dengan BMKG, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Utara menilai banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu belakangan bukan semata-mata akibat cuaca ekstrem.

Melainkan dampak kerusakan hutan yang masif dan alih fungsi lahan. Walhi mencatat, dalam 10 tahun terakhir, 2 ribu hektare hutan di Sumut rusak.

Baca Juga: Kapolrestabes Palembang Sebut Pelaku Pembunuhan Pengusaha Kemplang Beraksi Tunggal dan Bertubuh Gempal

Walhi menyebut, keputusan pemerintah pada 2014 terkait perubahan status kawasan hutan membuka pintu bagi perusahan untuk masuk dan merusak ekosistem di Bukit Batang Toru.

Pakar UGM: Kerusakan Hutan Jadi Akar Banjir Sumatera

Senada dengan Walhi, Peneliti Hidrologi Hutan dan Konservasi DAS UGM, Hatma Suryatmojo, menegaskan bahwa banjir dahsyat yang melanda Sumatera bukanlah kejadian tunggal.

Baca Juga: Tangis Pilu Gubernur Aceh Sebut Banjir Bak Tsunami ke 2: Beberapa Kampung Hilang Entah Kemana

Melainkan pola berulang yang semakin sering terjadi dalam dua dekade terakhir.

Menurut Hatma, hujan ekstrem akibat dinamika atmosfer seperti Siklon Tropis Senyar ikut memperparah kondisi akhir November lalu.

Namun, ia menekankan bahwa rapuhnya hutan hulu membuat air hujan tak lagi mampu ditahan secara alami.

Baca Juga: Produksi Naik 700.000 Ton, Sumsel Minta Kewenangan Ekspor Mandiri untuk Dukung Tanjung Carat

Hatma menjelaskan, hutan itu ibarat spons raksasa yang menahan air, ketika fungsinya hilang, limpasan permukaan meningkat drastis.

Saat hutan rusak atau gundul, siklus hidrologi pun terputus dan air hujan langsung mengalir deras ke hilir.

Di titik itulah banjir bandang tinggal menunggu momentum, apalagi jika ditambah terjadi longsor yang membendung sungai. (*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.