Sumsel

Konser Pesta Patah Hati Tuntaskan Bab Terakhir di Palembang, 13 Ribu Penonton Rayakan Luka Bersama

Maman Suparman | 19 Juli 2025, 09:24 WIB
Konser Pesta Patah Hati Tuntaskan Bab Terakhir di Palembang, 13 Ribu Penonton Rayakan Luka Bersama

AKURAT.CO SUMSEL Ribuan hati yang pernah tersakiti berkumpul dalam satu ruang emosional di Jakabaring Sport City, Palembang, Jumat (18/7/2025), untuk menyaksikan puncak konser Pesta Patah Hati: The Final Chapter.

Bukan sekadar konser, ajang ini menjadi ruang katarsis massal bagi lebih dari 13 ribu penonton yang datang dari berbagai daerah.

Konser yang digagas oleh Mind Corp ini menandai akhir dari rangkaian konser emosional paling fenomenal dalam skena musik Tanah Air. Dari Volume 1 hingga penutupannya di Palembang, Pesta Patah Hati berhasil menjelma menjadi gerakan kultural yang menyatukan generasi dengan luka yang samapatah hati.

“Ini lebih dari konser. Ini ruang bersama untuk merayakan perasaan yang sempat rusak, tapi tidak pernah gagal untuk bertahan,” ujar Ahmad Rifqi, President Director Mind Corp.

Tiga nama besar tampil dalam konser pamungkas ini For Revenge, Nabila Taqiyyah, dan Hindia. Ketiganya sukses membawa penonton larut dalam pusaran emosi yang jujur, dari tangisan hingga tawa lega.

Salah satu momen paling menggetarkan terjadi saat For Revenge secara mengejutkan menggandeng Nabila Taqiyyah untuk duet membawakan lagu “Serana”. Ribuan penonton tak kuasa menahan air mata—bukan karena duka, tapi karena merasa dimengerti.

Hindia menutup malam penuh haru dengan membawakan lagu-lagu reflektif seperti “Evaluasi” dan “Secukupnya”, sebelum menyihir seluruh area konser lewat “Everything U Are” yang diiringi pesta kembang api spektakuler. Langit malam Palembang pun seolah ikut merayakan penyembuhan kolektif tersebut.

Konser ini bukan hanya soal artis besar dan produksi panggung yang megah, tapi tentang bagaimana musik bisa menjadi jembatan yang menyatukan luka, harapan, dan cinta yang belum sembuh sepenuhnya.

“Penonton adalah jiwa dari konser ini. Mereka datang membawa cerita dan pulang dengan rasa lega,” kata Rifqi.

Mind Corp juga menyatakan bahwa “The Final Chapter” bukanlah akhir sepenuhnya. Sebaliknya, ini menjadi batu loncatan untuk menghadirkan konsep baru dalam pertunjukan musik di Indonesia, khususnya di Palembang.

“Kami sedang menyiapkan sesuatu yang lebih besar, lebih mendalam, dan tetap relevan secara emosional,” imbuh Rifqi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia