Sumsel

Nostalgia Tontonan Religi Saat Puasa di Era 2000-an, Dari Sinetron Hingga Film Ikonik

Maman Suparman | 19 Maret 2025, 10:00 WIB
Nostalgia Tontonan Religi Saat Puasa di Era 2000-an, Dari Sinetron Hingga Film Ikonik

 

AKURAT.CO SUMSEL Saat bulan Ramadan tiba, suasana religi semakin terasa dengan berbagai tayangan bertema Islami yang menghiasi layar kaca.

Di era 2000-an, ada banyak tontonan yang menemani waktu sahur dan berbuka, mulai dari sinetron hingga film yang sarat dengan pesan moral.

Tayangan-tayangan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi bagian dari kenangan Ramadan bagi banyak orang.

Sinetron Religi Ikonik di Era 2000-an

1. Lorong Waktu

Salah satu sinetron religi paling legendaris yang tayang setiap Ramadan.

Mengisahkan petualangan Haji Husin dan Zidan dalam menjelajahi masa lalu dan masa depan menggunakan mesin waktu. Setiap episodenya mengandung pesan moral yang dikemas dengan cara unik dan edukatif.

2. Kiamat Sudah Dekat (2003)

Sinetron ini diadaptasi dari film dengan judul yang sama. Mengisahkan perjalanan Fandy, seorang pemuda kaya yang berusaha belajar agama demi mendapatkan hati gadis idamannya.

Baca Juga: Nostalgia Lagu Religi 2000-an yang Selalu Menghiasi Bulan Puasa

Dengan nuansa komedi yang segar, sinetron ini sukses menarik perhatian banyak penonton.

3. Para Pencari Tuhan (2007–sekarang)

Diprakarsai oleh Deddy Mizwar, sinetron ini menjadi tontonan wajib saat sahur.

Mengangkat kisah-kisah kehidupan masyarakat dengan sentuhan komedi dan pesan moral yang mendalam, sinetron ini terus bertahan dan menjadi bagian dari tradisi Ramadan di Indonesia.

4. Hikmah (2004–2007)

Sinetron yang populer di awal 2000-an ini menyajikan kisah penuh haru dan makna kehidupan.

Dengan alur cerita yang menyentuh, Hikmah menjadi salah satu tontonan yang banyak dinantikan selama Ramadan.

Bagi Anda yang ingin bernostalgia dengan suasana Ramadan di era 2000-an, menonton kembali tayangan ini bisa menjadi pilihan menarik untuk menemani waktu berbuka dan sahur.  

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia