Sumsel

Mengenal MAMBIS, Alat Bantu Identifikasi yang Digunakan Polisi Identifikasi Korban Mutilasi di Surabaya

St Shofia Munawaroh | 8 September 2025, 21:00 WIB
Mengenal MAMBIS, Alat Bantu Identifikasi yang Digunakan Polisi Identifikasi Korban Mutilasi di Surabaya

AKURAT. CO SUMSEL - Warga Pacet, Mojokerto, Jawa Timur dibuat gempar dengan berita temuan potongan tubuh sebanyak 65 bagian yang dibuang di semak-semak.

Rupanya, potongan tubuh tersebut milik seorang wanita berinisial TAS (25).

Ia dibunuh dan dimutilasi kekasihnya sendiri yang bernama Alvi Maulana (24) dengan cara yang sadis.

Baca Juga: Upaya Padamkan Karhutla di Sumsel Dikebut, 4 Helikopter Dikerahkan

TAS dibunuh dengan cara ditusuk menggunakan pisau daging di bagian leher, lalu tubuhnya dimutilasi menjadi ratusan bagian.

Potongan tubuh korban kemudian dibuang ke tiga tempat terpisah.

Yakni sebagian dibuang ke semak-semak di daerah Pacet, Mojokerto, ada yang dikubur di depan kos dan sebagian disimpan di balik laci rumah kos pelaku dengan korban.

Baca Juga: Usut Korupsi di Dinas Perkimtan Palembang, Kejari Periksa Tujuh Saksi

Lantas, bagamaimana akhirnya kasus ini bisa terungkap ? 

Kronologi Polisi Ungkap Identitas Korban Mutilasi

Tragedi pembunuhan ini terjadi pada Minggu (31/8/2025) pukul 02.00 WIB dini hari di rumah kos pelaku dan korban yang terletak di Jalan Raya Lidah Wetan, kelurahan Lidah Wetan, kecamatan Lakarsantri, Surabaya.

Baca Juga: Pasca Kerusuhan, Polda Sumsel dan TNI Tingkatkan Patroli Gabungan Jaga Kondusifitas

Sepekan kemudian, potongan tubuh korban yang dibuang di semak-semak daerah Pacet, Mojokerto ditemukan oleh warga sekitar yang sedang mencari rumput.

Polisi pun segera melakukan pencarian besar-besaran dan menemukan potongan tubuh korban sebanyak 65 potong.

Identitas korban diketahui setelah tim Polres Mojokerto dibantu Polda Jatim mengidentifikasi tangan kanan TAS menggunakan metode MAMBIS (Mobile Automated Multi-Biometric Identification System).

Baca Juga: Pasca Kerusuhan, Polda Sumsel dan TNI Tingkatkan Patroli Gabungan Jaga Kondusifitas

Alat ini mampu mengidentifikasi sidik jari tangan seseorang dan menemukan identitas korban dari pusat data kartu tanda penduduk elektronik.

Dari pengungkapan identitas korban itulah, tim penyidik mampu mengungkap dan menangkap pelaku.

Sementara itu, dalam olah TKP di Surabaya, petugas menemukan lebih dari 100 potongan tubuh di dalam kamar yang dihuni pelaku dan juga korban. 

Baca Juga: Terekam CCTV, Maling Angkat Motor dan Gasak di Depan Rumah Korban

Apa Itu MAMBIS ? 

MAMBIS atau Mobile Automatic Multi Biometric Identification System merupakan alat bantu identifikasi yang bisa dibawa kemana saja di tempat kejadian perkara (TKP).

Alat kecil seukuran pemindai kartu kredit itu memiliki fungsi membaca identitas seseorang baik melalui pembacaan sidik jari maupun pemindaian retina mata.

Baca Juga: Emas Perhiasan Palembang Melandai di Awal Pekan, per Suku di Angka Rp10,9 Juta

Alat tersebut juga terintegrasi dengan data base administrasi kependudukan Departemen Dalam Negeri secara online sehingga memudahkan polisi dalam proses identifikasi korban kecelakaan ataupun pembunuhan tanpa identitas.

Namun, tidak semua mayat bisa diidentifikasi dengan alat MAMBIS ini.

Ada beberapa kondisi yang tidak bisa dilakukan penginderaan, seperti bila kondisi jari tangan sudah teramat rusak.

Selain pengindentifikasian jenasah, alat ini juga efektif digunakan pada kasus pemalsuan identitas. (*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.