Sumsel

Polda Sumsel Musnahkan Ladang Ganja Seluas 3 Hektare di Lereng Bukit Empat Lawang

Kurnia | 14 Februari 2026, 16:30 WIB
Polda Sumsel Musnahkan Ladang Ganja Seluas 3 Hektare di Lereng Bukit Empat Lawang

AKURAT.CO SUMSEL Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Empat Lawang membongkar ladang ganja seluas kurang lebih tiga hektare di wilayah perbukitan Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan (Sumsel). Tanaman terlarang tersebut ditemukan tumbuh subur di lereng bukit dan diduga telah memasuki masa panen.

Pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolres Empat Lawang bersama jajaran Satres Narkoba. Aparat harus menempuh medan terjal untuk mencapai lokasi, termasuk berjalan kaki dan menggunakan sepeda motor karena akses jalan yang sulit dilalui kendaraan roda empat.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Muk'min Wijaya, menjelaskan penggerebekan bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas penanaman ganja di kawasan tersebut.

Baca Juga: Siswa SMA di Sumsel Hanya Belajar 30 Menit per Mapel Selama Ramadan, Olahraga Fisik Dilarang

Menindaklanjuti laporan itu, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya menemukan hamparan tanaman ganja di area yang tertutup pepohonan besar.

“Lokasi berada di lereng bukit dan cukup tersembunyi. Diduga sengaja dipilih agar tidak mudah terdeteksi,” ujar Nandang, Sabtu (14/2/2026).

Selain menemukan tanaman ganja yang siap panen, polisi juga menyita delapan karung berisi ganja kering yang diduga siap edar. Berat keseluruhan barang bukti diperkirakan mencapai sekitar 200 kilogram.

Seluruh tanaman dan barang bukti yang ditemukan di lokasi langsung dimusnahkan dengan cara dibakar. Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pemilik lahan sekaligus membongkar jaringan peredaran ganja yang terlibat.

Menurut Nandang, dari estimasi nilai barang bukti yang diamankan, total kerugian yang dapat dicegah diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Ia menyebut pengungkapan ini dinilai mampu menyelamatkan ratusan ribu jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.

“Proses penyelidikan dan pengembangan terus dilakukan untuk mengungkap jaringan yang terlibat,” tegasnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia