Wartawan Didorong dan Diancam Saat Liput Koruptor, Laporan Polisi Dilayangkan

AKURAT.CO SUMSEL Dunia pers Palembang memanas. Didampingi kuasa hukum, sejumlah wartawan online dan televisi mendatangi Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang pada Rabu (19/11/2025).
Kedatangan mereka bukan untuk meliput, melainkan untuk membuat Laporan Polisi (LP) atas dugaan kejahatan pers, sebagaimana diatur dalam Pasal 18 Juncto Pasal 4 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Laporan ini dibuat setelah salah satu wartawan, Romadon (35), warga Kecamatan SU I Palembang, diduga dihalang-halangi dan diancam saat melaksanakan tugas peliputan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan.
Mardiansyah, kuasa hukum yang mewakili korban, menerangkan bahwa insiden bermula pada Senin malam, 17 November 2025, sekitar pukul 19.00 WIB di kantor Kejati Sumsel, Jalan Gub H. Bastari, Jakabaring.
Korban dan rekan-rekan wartawan lainnya saat itu tengah memenuhi undangan resmi dari Penkum Kejati Sumsel untuk meliput rilis penahanan tersangka dalam kasus korupsi.
Baca Juga: Spesialis Raja Curanmor 10 TKP Palembang Diringkus Polisi
“Korban bersama rekan-rekan wartawan lainnya akan mengambil gambar saat tersangka digiring masuk ke dalam mobil tahanan. Namun saat itulah korban dihalangi oleh lebih kurang enam orang,” terang Mardiansyah.
Puncak insiden terjadi ketika terduga pelaku berinisial AR (26), warga Jakarta, diduga kuat mendorong sambil mengancam korban saat Romadon berusaha mengambil foto dan video tersangka kasus korupsi tersebut.
“Jadi korban ini merasa tugasnya dihalang-halangi oleh terlapor ini, hal ini pun sangat bertentangan dengan Undang-Undang Pers. Sehingga kita laporkan kejadian ini ke pihak berwajib,” tegas Mardiansyah.
Laporan yang menuntut penegakan kebebasan pers ini telah diterima oleh SPKT Polrestabes Palembang dan langsung diserahkan kepada Unit Harda (Harta Benda) Satreskrim Polrestabes Palembang.
Untuk sementara, laporan difokuskan pada pelanggaran Undang-Undang Pers, yang memberikan ancaman hukuman penjara hingga dua tahun dan denda sejumlah uang bagi siapa pun yang terbukti menghalangi tugas jurnalistik.
“Untuk sementara kita laporan tentang undang-undang Pers, namun tidak menutup kemungkinan adanya pasal lain dalam penyelidikan yang dilakukan penyidik nantinya,” tambah Mardiansyah.
Kepala SPK Polrestabes Palembang, Ipda Erwinsyah, didampingi Pamapta Ipda Ammar, membenarkan adanya laporan tersebut.
"Benar laporan korban sudah diterima mewakili wartawan yang melakukan peliputan di Kejati Sumsel, atas undangan Rilis Kajati Sumsel saat itu," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









