Sumsel

2 Pekan Berlalu, Terduga Pelaku Pembunuhan Anak Dewan Pakar PKS Akhirnya Ditangkap

St Shofia Munawaroh | 3 Januari 2026, 13:47 WIB
2 Pekan Berlalu, Terduga Pelaku Pembunuhan Anak Dewan Pakar PKS Akhirnya Ditangkap

AKURAT. CO SUMSEL - Setelah dua pekan berlalu, polisi akhirnya berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan MAHM (9), anak anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Maman Suherman.

Pelaku ditangkap oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten di Kota Cilegon pada Jumat (3/1/2026).

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan.

Baca Juga: Registrasi SIM Card Biometrik Mulai Berlaku, Pemerintah Terapkan Masa Transisi hingga Juli 2026

Dian mengatakan, pelaku ditangkap di wilayah Kota Cilegon, Banten pada Jumat sore.

Namun, Dian enggan menerangka lebih rinci terkait identitas, kronologi penangkapan hingga motif pembunuhan bocah kelas 4 SD itu.

Pihaknya mengatakan, perihal upaya penangkapan pelaku itu akan disampaikan pada saat rilis kasus dalam waktu dekat. 

Baca Juga: Daftar Bansos 2026 Lengkap dengan Nominal dan Aturannya, Ini Penjelasannya

Kilas Balik Kasus Pembunuhan Anak Dewan Pakar PKS

Diberitakan sebelumnya, MHAM (9) anak anggota Dewan Pakar PKS, Maman Suherman ditemukan tewas di rumahnya pada Senin (16/12/2025).

Kala itu, Maman Suherman, menerima telepon dari anak keduanya, D, yang terdengar panik dan meminta pertolongan. Maman yang saat itu berada di tempat kerjanya segera pulang ke rumah.

Baca Juga: iPhone Hilang Tetap Bisa Dilacak Meski Mati, Ini Cara Kerja dan Pengaturannya

Setibanya di rumah, Maman mendapati anaknya dalam kondisi tengkurap dengan luka serius dan pendarahan hebat.

Maman segera melarikan putranya ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Humas DPW PKS Banten, Kusuma Nirmala, rumah Maman sebelumnya didatangi oleh perampok.

Baca Juga: 5 Cara Packing Barang Setelah Liburan Panjang agar Tidak Repot Saat Tiba di Rumah

Namun, anaknya sekaligus korban yang masih kelas 4 SD memergoki aksi perampokan tersebut dan akhirnya berteriak.

Perampok yang panik diduga langsung menusuk anak tersebut dengan pisau sampai meninggal dunia. (*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.