Permintaan Tinggi dan Cuaca Jadi Pemicu, Harga Ayam dan Telur di Sumsel Naik Meski Masih di Bawah HAP

AKURAT.CO SUMSEL Harga ayam potong dan telur ayam di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir.
Meski demikian, harga keduanya masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Efendi, menyebut kenaikan harga ini dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat, terutama pada momen peringatan Maulid Nabi hingga acara hajatan.
“Permintaan cukup tinggi, sementara pasokan agak terhambat. Itu yang membuat harga naik, meski belum melewati HAP,” jelasnya, Jumat (19/9/2025).
Saat ini, harga ayam broiler di pasaran mencapai Rp 37.000 per kilogram, sedangkan telur ayam berada di kisaran Rp 27.000 per kilogram.
Baca Juga: Hendak Tolong Ibu Terjatuh, Sopir Laundry di Palembang Malah Dikeroyok Tiga Pemuda
Ketua Asosiasi Peternak Ayam Sumsel, Ismaidi Chaniago, menambahkan bahwa masalah tidak hanya soal permintaan, tetapi juga terkait pasokan bibit anak ayam (DOC) serta kondisi cuaca yang membuat banyak ayam terserang penyakit.
“Pertumbuhan ayam jadi tidak merata, banyak yang ukurannya kecil. Ini memengaruhi pasokan ke pasar,” ujarnya.
Meski begitu, Ismaidi menegaskan produksi ayam dan telur di Sumsel sejatinya masih melimpah. Tercatat sekitar 150 peternakan mampu menghasilkan 350 ribu ekor ayam broiler dan 350 ton telur setiap hari, bahkan sebagian dikirim ke luar provinsi.
Sebagai solusi, ia menyarankan masyarakat untuk mulai melirik produk ayam beku (frozen chicken) yang dinilai lebih stabil harganya dan terjamin ketersediaannya.
“Kalau kebutuhan mendesak, ayam frozen bisa jadi pilihan karena stoknya lebih terkontrol dan harganya tidak terlalu fluktuatif,” kata Ismaidi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









