Produksi Kopi Sumsel Fluktuatif Sepanjang 2025, Puncak Terjadi di Pertengahan Tahun

AKURAT.CO SUMSEL Di tengah dominasi komoditas besar seperti kelapa sawit dan karet, produksi kopi di sektor perkebunan besar Sumatera Selatan menunjukkan dinamika menarik sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data produksi bulanan, kopi mulai menunjukkan aktivitas produksi pada Mei setelah nihil pada empat bulan pertama.
Pada Mei, produksi tercatat sebesar 0,41 ribu ton, kemudian meningkat signifikan pada Juni menjadi 0,93 ribu ton.
Puncak produksi kopi terjadi pada Juli dengan capaian 1,00 ribu ton.
Namun setelah itu, tren mulai menurun secara bertahap, yakni 0,84 ribu ton pada Agustus, 0,27 ribu ton di September, hingga tersisa 0,07 ribu ton pada Oktober. Produksi kembali nihil pada November dan Desember.
Baca Juga: Tragedi Siang Hari di Sukarami, Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Usai Pindah Jalur
Pola ini menunjukkan bahwa produksi kopi di Sumsel sangat bergantung pada musim panen yang relatif singkat, dengan periode produktif utama berada di pertengahan tahun.
Jika dibandingkan dengan komoditas lain, kontribusi kopi memang masih tergolong kecil.
Kelapa sawit, misalnya, mencatat produksi jauh lebih besar dengan angka stabil di kisaran jutaan ton setiap bulan. Sementara karet juga konsisten berada di angka belasan ribu ton.
Meski demikian, kopi tetap memiliki potensi ekonomi tersendiri, terutama sebagai komoditas bernilai tambah tinggi jika dikelola secara optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






