Sumsel

Sopir Ekspedisi Keluhkan Macet Parah di Tanjung Api-Api. Hanya Maju 150 Meter dalam 4 Jam

Kurnia | 11 April 2026, 09:06 WIB
Sopir Ekspedisi Keluhkan Macet Parah di Tanjung Api-Api. Hanya Maju 150 Meter dalam 4 Jam
Sopir Ekspedisi Keluhkan Macet Parah di Tanjung Api-Api. Hanya Maju 150 Meter dalam 4 Jam

AKURAT.CO SUMSEL Kemacetan parah terjadi di ruas Jalan Tanjung Api-Api yang menghubungkan Palembang dengan Banyuasin sejak Jumat (10/04/2026) dini hari.

Hingga berita ini diturunkan, antrean kendaraan masih mengular panjang dan belum menunjukkan tanda-tanda akan terurai.

Kondisi ini membuat para sopir, khususnya pengemudi ekspedisi, terjebak selama berjam-jam di tengah jalan.

Aktivitas distribusi barang pun ikut terdampak, memicu keluhan dari para pelaku transportasi logistik.

Anton, salah satu sopir ekspedisi, mengaku sudah terjebak kemacetan sejak pukul 04.00 WIB. Namun hingga pukul 08.00 WIB, kendaraan yang dikemudikannya baru bergerak sekitar 150 meter.

“Dari jam 4 pagi sampai jam 8 tadi, cuma jalan sedikit sekali, paling 150 meter. Ini benar-benar macet total,” ujar Anton, Sabtu (11/4/2026).

Ia juga menceritakan pengalaman rekannya yang lebih dulu terjebak kemacetan sejak malam hari.

Menurutnya, rekannya membutuhkan waktu lebih dari empat jam hanya untuk keluar dari kawasan Gasing, Banyuasin, menuju Palembang.

Baca Juga: Perbaikan Jalan Tanjung Api-Api Picu Macet Parah, Pengendara Keluhkan Waktu Tempuh Hingga 2 Jam

“Teman saya semalam juga kena macet. Dari Gasing ke Palembang itu sampai 4 jam lebih baru bisa keluar,” katanya.

Sebagai sopir ekspedisi, Anton mengaku kondisi ini sangat merugikan. Keterlambatan pengiriman menjadi konsekuensi yang tidak bisa dihindari, sementara tuntutan dari pelanggan tetap tinggi.

“Kita ini sopir paket. Kalau macet begini, pengiriman pasti terkendala. Sedangkan konsumen tidak mau tahu, maunya paket sampai tepat waktu,” keluhnya.

Kemacetan panjang di jalur strategis ini kembali menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur jalan, terutama di kawasan yang menjadi jalur utama distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

Anton pun berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, terlebih dengan adanya rencana pengembangan pelabuhan baru di kawasan Tanjung Api-Api yang diprediksi akan meningkatkan volume kendaraan secara signifikan.

“Kalau nanti ada pelabuhan baru di Tanjung Api-Api, pasti kendaraan makin banyak. Kalau jalannya tidak diperlebar, sepertinya macet akan lebih parah lagi,” ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia