Viral! Lisa BLACKPINK Bikin Boneka Labubu Diburu Kolektor dan Jastiper

AKURAT.CO SUMSEL Labubu, boneka berbentuk monster lucu dengan ciri khas telinga lancip dan senyum 'nakal' yang memperlihatkan gigi bergerigi, kini menjadi salah satu aksesoris paling diminati di kalangan kolektor, pecinta seni pop culture, dan selebriti.
Popularitas Labubu melonjak tajam setelah Lisa BLACKPINK terlihat mengenakannya sebagai gantungan tas dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.
Labubu diciptakan oleh seniman asal Hong Kong, Kasing Lung, melalui buku cerita bergambar berjudul Nordic Fairy Tale.
Buku ini memperkenalkan berbagai karakter monster, termasuk Labubu, yang meskipun tampak nakal, sebenarnya memiliki hati yang baik dan gemar membantu orang lain.
Karakter ini kemudian dikembangkan menjadi figur ikonik yang digemari oleh berbagai kalangan.
Labubu tersedia dalam berbagai edisi dan ukuran, mulai dari boneka koleksi hingga gantungan tas, dengan konsep blind box, di mana pembeli tidak dapat mengetahui item apa yang akan didapat hingga mereka membuka kotaknya.
Hal ini menambah unsur kejutan dan membuat penggemar semakin bersemangat untuk mengoleksi berbagai variasinya.
Viral Berkat Lisa BLACKPINK
Popularitas Labubu semakin meningkat ketika Lisa BLACKPINK terlihat mengenakan boneka ini di unggahan Instagram-nya. Setelah itu, Labubu menjadi tren global, terutama di kalangan K-pop fans dan kolektor boneka.
Namun, karena popularitas yang mendadak ini, harga boneka Labubu juga ikut melonjak. Di situs resmi Pop Mart, harga satu Labubu The Monster – Have a Seat Vinyl Plush Blind Box dibanderol sekitar 18,9 dolar AS (sekitar Rp300 ribu), sementara satu paket berisi enam unit bisa mencapai 113,4 dolar AS (sekitar Rp1,7 juta).
Kericuhan di Pop Mart Akibat Jastiper dan Reseller
Namun, kepopuleran Labubu tidak hanya membawa kegembiraan, tetapi juga kericuhan. Sebuah video viral di TikTok memperlihatkan insiden di sebuah toko Pop Mart di mana calon pembeli terlibat bentrok saat mengantri untuk mendapatkan boneka Labubu.
Dalam video tersebut, seorang pria terlihat memarahi petugas toko, sementara petugas keamanan berusaha menenangkannya. Dorong-dorongan pun terjadi di depan toko, memperparah situasi.
Kericuhan ini diduga disebabkan oleh jastiper (jasa titip) dan reseller yang berusaha mendapatkan boneka Labubu untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.
"Orang-orang antre karena FOMO (Fear of Missing Out), terutama untuk special drop dari Pop Mart," ujar salah seorang netizen di TikTok.
Reaksi Netizen
Peristiwa ini memicu perdebatan di media sosial, terutama di platform TikTok dan X (sebelumnya Twitter). Banyak netizen yang mengecam aksi brutal para calon pembeli, menganggap tindakan mereka berlebihan untuk sekadar mendapatkan boneka.
“Gila ya, demi boneka sampai semarah itu kayak diambang hidup dan mati,” tulis salah satu pengguna X.
Beberapa netizen berpendapat bahwa para pelaku kerusuhan ini adalah reseller yang ingin menjual kembali boneka dengan harga tinggi, bukan penggemar sejati yang ingin mengoleksi.
“Orang kayak gini biasanya penjual yang bakal ngejual bonekanya jauh lebih mahal, bukan yang beneran mau punya,” kata seorang netizen di TikTok. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









