Sumsel

Dokumen Jeffrey Epstein: Arsip Kasus-kasus Kejahatan Serius dan Tokoh-tokoh Dunia yang Disebutkan

St Shofia Munawaroh | 5 Februari 2026, 17:30 WIB
Dokumen Jeffrey Epstein: Arsip Kasus-kasus Kejahatan Serius dan Tokoh-tokoh Dunia yang Disebutkan

AKURAT. CO SUMSEL - Belakangan warganet dunia digegerkan dengan kemunculan dokumen Jeffrey Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Anerika Serikat.

Arsip ini memuat berbagai catatan hukum, korespondensi, hingga foto yang menunjukkan hubungan Epstein dengan tokoh-tokoh terkenal di dunia dari berbagai kalangan.

Mulai dari tokoh politik, pebisnis, akademisi, dan keuangan.

Baca Juga: Ditopang Pertumbuhan Ekonomi 5,35 Persen, Kemiskinan Sumsel Resmi Satu Digit

Pemerintah AS telah menegaskan bahwa dokumen tersebut tidak otomatis membumtikan keterlibatan pihak-pihak yang disebut.

Namun, publik tetap ramai memperbincangkan siapa saja nama besar yang muncul dan sejauh apa kaitannya.

Lantas, siapa sebenarnya sosok Jeffrey Epstein dan mengapa kasus ini begitu menarik perhatian dunia? 

Baca Juga: DBD di Sumsel Renggut Satu Nyawa, Kota Palembang Masih Mendominasi Kasus

Jeffrey Epstein dan Kasus-kasusnya

Jeffrey Epstein merupakan seorang pelaku kejahatan seksual yang pernah mengaku bersalah pada 2008 atas tuduhan prostitusi, termasuk perekrutan gadis di bawah umur.

Pada 2019, ia kembali ditangkap atas dakwaan federal perdagangan seks anak sebelum akhirnya meninggal di sel penjara Manhattan.

Baca Juga: Kapolrestabes Palembang Pimpin Sertijab Kasat Reskrim hingga Kasat Intelkam, Ini Daftar Pejabat Barunya

Kematian itu kemudian dinyatakan sebagai bunuh diri.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut kejahatan serius, figur publik kelas dunia, serta dampak besar terhadap para korban.

Tokoh-tokoh yang Disebut dalam Dokumen Epstein

1. Donald Trump

Baca Juga: Mobil IRT di Palembang Dirusak Sekelompok Orang Saat Jemput Anak, Korban Alami Kerugian Rp15 Juta

Nama Donald Trump muncul dalam sejumlah catatan yang menunjukkan bahwa ia pernah berhubungan dengan Epstein pada 1990-an hingga awal 2000-an.

Dokumen memuat foto Trump bersama beberapa perempuan dengan wajah disamarkan, serta catatan bernada sugestif yang diarahkan kepada Epstein dan dikaitkan dengan tanda tangan Trump.

Dalam kesaksian di persidangan Ghislaine Maxwell pada 2021, disebutkan bahwa Trump beberapa kali menggunakan pesawat Epstein.

Baca Juga: Realme 16 Meluncur dengan Baterai 7.000 mAh dan Kamera 50 MP, Siap Ramaikan Pasar Smartphone

Ada pula email Epstein yang mengindikasikan bahwa Trump mengetahui keberadaan para gadis, meski tidak memberikan rincian.

Di sisi lain, Trump membantah tuduhan tersebut.

Ia menyatakan telah memutus hubungan sejak awal 2000-an, sebelum Epstein mencapai kesepakatan hukum pada 2008, serta menolak klaim pernah terbang dengan pesawat Epstein atau menulis catatan tersebut.

Baca Juga: Emas Perhiasan Palembang Melandai, Kembali ke Rp16 Jutaan per Suku

2. Bill Clinton

Dokumen menunjukkan bahwa ia beberapa kali terbang menggunakan pesawat Epstein pada awal 2000-an, setelah masa kepresidenannya berakhir.

Sejumlah foto memperlihatkan Clinton berenang dan berpose dengan perempuan yang identitasnya disamarkan.

Baca Juga: Pemprov Sumsel Beri Toleransi Crossing Truk Batu Bara di Jalan Nasional Muara Enim-Lahat Selama Februari

Clinton menyatakan tidak melakukan kesalahan dan menyesali hubungannya dengan Epstein di masa lalu.

Dalam perkembangan terbaru, Clinton dan istrinya, Hillary Clinton, dijadwalkan memberikan kesaksian dalam penyelidikan kongres terkait kasus ini—sebuah langkah yang berpotensi menggagalkan rencana DPR AS untuk menuduh keduanya menghina kongres

3. Andrew Mountbatten-Windsor (Mantan Pangeran Kerajaan Inggris) 

Baca Juga: Fakta Terbaru Anak SD NTT Bunuh Diri: Orang Tua Tak Terima Bansos, Gubernur Sebut Pemkab Lambat

Mantan Pangeran Andrew, Duke of York, dikenal memiliki hubungan sosial dengan Epstein, yang kemudian berdampak besar pada posisinya di keluarga kerajaan Inggris.

Ia kehilangan sejumlah gelar kehormatan dan sempat diminta bekerja sama dalam penyelidikan pidana oleh otoritas AS, meski menolak.

Pada 2022, Andrew menyelesaikan gugatan dari salah satu korban Epstein melalui pembayaran yang tidak diungkap ke publik, tanpa mengakui kesalahan.

Baca Juga: Fakta Terbaru Anak SD NTT Bunuh Diri: Orang Tua Tak Terima Bansos, Gubernur Sebut Pemkab Lambat

Dokumen Departemen Kehakiman memuat beberapa foto dirinya bersama perempuan, termasuk adegan yang menuai kontroversi.

Meski demikian, Andrew secara konsisten membantah melakukan pelanggaran dan menyatakan penyesalan atas hubungannya dengan Epstein.

4. Elon Musk

Baca Juga: Sendawa Terasa Asam dan Pahit? Kenali Penyebabnya Sebelum Jadi Masalah Serius

CEO Tesla Elon Musk juga muncul dalam korespondensi email tahun 2012.

Dalam pesan tersebut, Musk sempat bertanya kepada Epstein tentang pesta di pulau miliknya, namun tampaknya memutuskan tidak datang.

Beberapa hari kemudian, Musk mengundang Epstein untuk minum di pulau lain, meski tidak jelas apakah pertemuan itu benar-benar terjadi.

Baca Juga: Sering Overthinking? Regulasi Emosi Bisa Jadi Solusi yang Jarang Disadari

Musk menegaskan bahwa interaksinya dengan Epstein sangat terbatas dan bahwa ia berulang kali menolak ajakan untuk mengunjungi pulau Epstein atau terbang menggunakan pesawatnya.

5. Bill Gates

Pendiri Microsoft, Bill Gates, tercatat beberapa kali bertemu Epstein setelah Epstein keluar dari penjara.

Pertemuan itu, menurut dokumen, berkaitan dengan diskusi seputar kegiatan filantropi Gates. Arsip tersebut juga memuat foto Gates berpose dengan perempuan yang wajahnya disamarkan. Gates mengakui bahwa bertemu dengan Epstein adalah sebuah kesalahan, namun menegaskan bahwa interaksi itu terbatas pada pembahasan amal.

Itulah lima tokoh dunia yang disebutkan dalam Dokumen Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Kendati demikian, pihak otoritas AS tetap memperingatkan bahwa sebagian materi bisa saja memuat gambar palsu, tuduhan tidak benar, atau konten sensitif. Pejabat tinggi kementerian juga menegaskan bahwa penyebutan nama dalam dokumen tidak dapat langsung dianggap sebagai bukti keterlibatan dalam aktivitas kriminal. (*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.