Sumsel

Kasus Viral Koas Unsri: Keluarga Lady Dibela Tokoh Pemuda Sumsel, Minta Rektorat Jangan Hanya Diam

Deni Hermawan | 23 Desember 2024, 16:15 WIB
Kasus Viral Koas Unsri: Keluarga Lady Dibela Tokoh Pemuda Sumsel, Minta Rektorat Jangan Hanya Diam

AKURAT.CO, SUMSEL - Kasus pemukulan koas Unsri, Muhammad Luthfi, hingga kini masih diproses di Polda Sumsel. Peristiwa yang viral di jagat maya tersebut mendapat sorotan dari sejumlah pihak, termasuk juga tokoh pemuda di Sumatera Selatan.

Salah satu tokoh pemuda, Arifin Kalender, berharap masalah tersebut dapat segera diselesaikan dengan baik. Ia juga meminta pihak rektorat Unsri untuk ikut turun tangan membantu agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

Kasus ini pun dinilai Arifin terkesan banyak ditunggangi sejumlah pihak sehingga membuat Lady dan keluarganya tersudut.

"Kami berharap masalah ini bisa cepat diselesaikan, kasihan dengan Lady dan keluarganya yang di bullying habis-habisan oleh netizen dan oknum-oknum yang berkepentingan. Perkara ini semestinya tidak harus dibesar-besarkan, karena pelakunya sang sopir Lady sudah diamankan, sudah ditetapkan tersangka dan ditahan," katanya, Senin (23/12/2024).

Dikatakannya, masalah ini awalnya terkait masalah piket yang diberikan kepada Lady. Untuk itu juga masalah ini masih merupakan urusan Pendidikan, sehingga sudah semestinya rektorat ikut mengambil tindakan guna menjenihkan masalah ini.

Arifin menyebut bahwa persoalan ini dipicu jadwal piket yang diprotes oleh Lady, lantaran jadwal piket dalam satu bulan tersebut terkesan tidak adil. Dalam jadwal piket itu, di kelompok Lady menadapat giliran piket sebanyak lima kali untuk jaga, sedangkan kelompok Luthfi ternyata hanya empat kali jaga.

Lady lantas meminta jadwal piket itu untuk dapat diubah. Tapi, ada ketidakadilan disitu, dimana pada minggu kedua dan minggu ketiga, diketahui kalau jarak jaga Lady hanya diselang satu hari.

Kata Arifin, Lady pun kemudian menceritakan hal itu kepada ibunya Lina, karena merasa tidak ada tempat untuknya bercerita.

Meski dilarang anaknya, Lina berinisiatif dan mencari informasi untuk berkomunikasi dengan Lutfi. Dalam pertemuan tersebut diikuti oleh Luthfi, Athiyah, Khundyah, ibu Lina dan Fadilah (Datuk).

"Tujuan pertemuan itu, ibu Lina berharap anaknya dapat berteman dengan kelompok Luthfi. Namun pada saat ibu Lina sedang berbicara dengan Luthfi selalu dipotong oleh rekan-rekannya, mimik wajahnya terkesan merendahkan ibu Lina, yang kemudian di tegur oleh Fadilah, hingga terjadi insiden pemukulan," katanya.

Korban Lutfi Enggan Berdamai

Kuasa hukum Luthfi, Redho Junaidi mengatakan bahwa kliennya Lutfi, mahasiswa koas FK Unsri yang menjadi korban penganiayaan Fadilla alias Datuk, sopir pribadi Ibu Lady masih berada dalam kondisi pemulihan.

"Luthfi masih di Jakarta. Untuk kondisi fisiknya masih tahap pemulihan," kata Redho.

Dia mengungkapkan bahwa pihak keluarga kliennya mempercayakan proses penyidikan oleh Subdit III Jatanras Polda Sumsel. Hingga saat ini, belum ada isyarat keinginan kliennya untuk berdamai.

"Sejauh ini belum ada niatan untuk berdamai karena luka yang diderita masih ada. Kemudian permintaan maaf yang dilakukan oleh tersangka, dilakukan setelah memakai baju oranye, artinya permintaan maaf itu dilakukan tidak tulus,"jelas Ridho.

(Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
A