Sumsel

Siap-siap, Pemkot Palembang Bakal Gelar Pertunjukan Tari 10 Jam Non Stop di Pelataran Museum SMB II

Septiyanti Dwi Cahyani | 17 April 2026, 08:00 WIB
Siap-siap, Pemkot Palembang Bakal Gelar Pertunjukan Tari 10 Jam Non Stop di Pelataran Museum SMB II
Penari Tari Tanggai, salah satu tarian tradisional khas Palembang (Instagram/pariwisata.palembang)

AKURAT. CO SUMSEL - Pemerintah Kota Palembang saat ini tengah mematangkan persiapan pagelaran tari 10 jam non stop di pelataran Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.

Pagelaran tari ini dipersiapkan dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia yang jatuh pada 29 April 2026 mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Sulaiman Amin, mengatakan bahwa langkah ini merupakan strategi pemerintah daerah untuk mempromosikan wisata sejarah.

Baca Juga: Evaluasi WFH dan WFA, Sekda Sumsel Tekankan Disiplin dan Kinerja Tetap Optimal

Dengan melibatkan seniman dalam skala besar, diharapkan mampu memperkuat daya tarik destinasi wisata di tengah kota Palembang.

Acara utama dalam peringatan ini diantaranya sajian aksi memukau dari sejumlah penari terpilih yang akan menari tanpa henti selama 10 jam.

Baca Juga: Dari Kampus ke Dapur Pempek, Wamendag Dorong UMKM Palembang Tembus Ritel Modern

Selain itu, perhelatan tersebut juga akan dimeriahkan oleh penampilan ratusan penari kolosal yang membawakan ragam tarian khas daerah.

Terkait pemilihan lokasi di pelataran Museum SMB II adalah karena memiliki makna strategis.

Baca Juga: Stok Menyusut Diam-Diam, 115 Handphone di Toko Elektronik PTC Palembang Dilaporkan Hilang

Objek wisata ini merupakan simbol sejarah kejayaan Palembang, sehingga sangat relevan dijadikan panggung seni guna memacu minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pemerintah pun mengajak seluruh masyarakat dan juga wisatawan untuk datang langsung menyaksikan agenda besar ini.

Baca Juga: Duduk Perkara Kades di Lumajang Dibacok 15 OTK, Diduga Dipicu Cekcok Saat Pengajian

Pemerintah menilai, pagelaran ini akan menkari kesempatan bagi masyarakat untuk melihat bagaimana seni tradisional tetap hidup di kota tertua di Indonesia, yakni Palembang.

Lebih lanjut, Pemerintah berharap pagelaran tari 10 jam nonstop ini akan menjadi magnet baru yang meningkatkan durasi kunjungan wisatawan di sekitar kawasan Benteng Kuto Besak. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.