Rumah Ong Boen Tjit, Wisata Sejarah Peninggalan Saudagar Tionghoa di Kota Palembang

AKURAT. CO SUMSEL - Di Palembang, ada sebuah rumah berusia ratusan tahun peninggalan saudagar kaya keturunan Tionghoa bernama Ong Boen Tjit.
Kini, rumah itu pun menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang kerap dikunjungi.
Rumah ini juga sudah dijadikan cagar budaya oleh Pemerintah Kota Palembang.
Baca Juga: Hadiri Rakor, TP PKK Palembang Fokus Penguatan Posyandu dan Pemberdayaan Keluarga
Sering jadi destinasi wisata saat akhir pekan maupun libur panjang, berikut adalah daya tarik dari rumah Ong Boen Tjit.
Rumah Berusia 300 Tahun
Dikutip dari laman Dinas Pariwisata Kota Palembang, rumah ini dibangun pada abad 17 oleh Ong Boen Tjit.
Baca Juga: Harga Emas Antam dan UBS Turun di Pegadaian Hari Ini, Momentum Tepat untuk Investasi?
Rumah yang terletak di tepi Sungai Musi ini berusia sekitar 300 tahun sejak pertama kali dibangun.
Ia masih berdiri kokoh lengkap dengan ornamen Tiongkok yang sangat khas.
Di rumah ini, terdapat 3 area utama.
Baca Juga: Honor Luncurkan X60 GT di Tiongkok, Usung Baterai Jumbo dan Layar Super Terang
Yaitu bagian depan sebagai tempat menerima tamu, bagian tengah sebagai Altar Dewa dan Altar Leluhur sebagai tempat peribadatan, serta bagian belakang sebagai tempat tinggal pemilik rumah, yang saat ini adalah keturunan ke-6 dari Ong Boen Tjit.
Kafe Ong Boen Tjit
Di bagian pelataran Rumah Ong Boen Tjit, terdapat sebuah kafa bernama Cafe Ong Boen tjit.
Kafe ini menyediakan aneka kuliner khas Palembang dengan sensasi pemandangan Sungai Musi.
Spot Foto Instagrammable
Rumah ini memiliki banyak spot foto yang Instagrammable.
Terutama di setiap sudut rumahnya yang penuh dengan ornamen bernuansa Tionghoa.
Semakin menarik dengan landskap hamparan Sungai Musi karena memang rumah ini terletak di tepi sungai ikonik kota Palembang.
Kamar Homestay
Baca Juga: Bacaan Niat Salat Jumat dan Tata Cara Pelaksanaannya
Tak hanya menyulap pelataran menjadi kafe estetik bernuansa Tionghoa.
Rumah peninggalan Ong Boen Tjit kini juga menyediakan layanan homestay.
Ada 2 kamar homestay yang dapat digunakan wisatawan jika ingin merasakan pengalaman tinggal dan tidur di rumah dengan suasana Tionghoa.
Baca Juga: Sidang Lanjutan Kabut Asap di Sumsel, Ini Harapan Pengugat
Jam Operasional
Rumah Ong Boen Tjit dapat dikunjungi setiap hari mulai dari pukul 11.00-18.00 WIB.
Namun khusus hari Minggu, destinasi wisata ini buka dan tutup lebih lama dari hari lainnya yaitu mulai pukul 09.00-19.00 WIB.
Baca Juga: Jadwal Film Bioskop Trans TV Tayang Malam Ini, 22 Sampai 24 April 2025
Rute Menuju Lokasi
Wisata Ong Boen Tjit terletak di Lorong Saudagar Yucing, Kelurahan 3-4 ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang.
Pengunjung dapat menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi menuju ke lokasi.
Baca Juga: 5 Oleh Oleh Khas Palembang Selain Pempek yang Wajib Dicoba, Dijamin Tahan Lama
Namun, untuk kendaraan pribadi harus diparkirkan di luar lorong.
Ada juga opsi lain jika pengunjung datang dari Benteng Kuto Besak (BKB).
Yakni dengan menggunakan perahu ketek dengan harga Rp5000 per orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








