Sumsel

7 Daerah Sumsel Berstatus Awas Kekeringan, Palembang dan Prabumulih Siaga

Kurnia | 14 September 2026, 20:00 WIB
7 Daerah Sumsel Berstatus Awas Kekeringan, Palembang dan Prabumulih Siaga

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman kekeringan di Sumatera Selatan (Sumsel) mulai meningkat seiring masuknya puncak musim kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat tujuh wilayah kini berada pada status awas kekeringan meteorologis.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sumsel Nandang Pangaribowo mengatakan, tujuh daerah tersebut yakni Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Muara Enim.

Menurut Nandang, kondisi tersebut dipengaruhi minimnya tutupan awan dan rendahnya potensi terbentuknya awan yang menghasilkan hujan.

"Minimnya tutupan awan serta potensi awan yang mengandung curah hujan terpantau sangat minim," kata Nandang, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Kabut Asap Belum Reda, PJJ Siswa TK hingga SMP di Palembang Berlanjut

Selain tujuh daerah berstatus awas, BMKG mencatat Palembang dan Prabumulih berada pada level siaga kekeringan meteorologis.

Sementara Musi Rawas, Empat Lawang, Lahat, dan Lubuklinggau masih berada pada status waspada.

Nandang mengatakan peningkatan status kekeringan terjadi ketika Sumsel memasuki periode puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung sepanjang September 2026.

Kondisi tahun ini perlu mendapat perhatian karena musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Curah hujan juga diprediksi berada di bawah kondisi normal.

Fenomena El Nino turut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumsel.

Minimnya tutupan awan membuat pembentukan awan hujan menjadi lebih sulit. Akibatnya, peluang hujan di sejumlah wilayah Sumsel ikut menurun.

Kondisi lahan yang semakin kering juga menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"El Nino turut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumsel," ujarnya.

Baca Juga: Tagih Utang Rp250 Ribu, Remaja 17 Tahun di Palembang Malah Dikeroyok hingga Jalani Operasi

BMKG mengingatkan dampak kekeringan tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya ketersediaan air. Kondisi lahan yang kering juga berpotensi memperbesar ancaman karhutla, terutama di tengah puncak musim kemarau.

Masyarakat dan pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan serta mengantisipasi kebutuhan air di wilayah yang mulai mengalami kekeringan.

Kewaspadaan terhadap potensi kebakaran juga perlu ditingkatkan, terutama dengan menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api di lahan yang kondisinya sudah kering.

Dengan tujuh wilayah kini berstatus awas, kondisi cuaca sepanjang September menjadi perhatian penting bagi Sumsel, baik dari sisi ketersediaan air maupun ancaman karhutla.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia