Sumsel

Dinkes Sumsel Waspadai Lonjakan Dengue, Kasus Diprediksi Naik Oktober-Januari

Kurnia | 12 September 2026, 17:45 WIB
Dinkes Sumsel Waspadai Lonjakan Dengue, Kasus Diprediksi Naik Oktober-Januari
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan kasus dengue setelah fenomena El Nino.

Lonjakan kasus diperkirakan terjadi saat musim hujan, terutama pada Oktober 2026 hingga Januari 2027.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengatakan pola tersebut terlihat dari tren kasus dengue pada tahun-tahun sebelumnya.

“Jika melihat tren kasus beberapa tahun sebelumnya, peningkatan signifikan kasus dengue akan terjadi setelah El Nino, saat memasuki musim hujan yaitu pada bulan Oktober-Januari,” ujar Ira, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Ira, langkah pencegahan perlu dilakukan sebelum memasuki periode tersebut. Curah hujan yang mulai meningkat dapat menyebabkan munculnya lebih banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk penular dengue.

Karena itu, Dinkes Sumsel meminta pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan larvasidasi mulai diperkuat sejak Agustus hingga September.

Upaya tersebut dilakukan untuk menekan populasi nyamuk sebelum memasuki periode yang diperkirakan menjadi masa peningkatan penularan.

Baca Juga: 700 Orang Turun ke Sungai Musi, Wali Kota Palembang Soroti 1.260 Ton Sampah per Hari

Berdasarkan data Dinkes Sumsel hingga 9 September 2026, tercatat 2.841 kasus dengue dengan 19 kematian.

Angka tersebut menghasilkan Case Fatality Rate (CFR) sebesar 0,67 persen. Angka ini masih lebih tinggi dibandingkan target CFR kurang dari 0,4 persen sebagai indikator pengendalian kematian akibat dengue.

Jumlah kasus dengue di Sumsel dalam beberapa tahun terakhir juga mengalami perubahan.

Pada 2023 tercatat 2.804 kasus. Angka tersebut melonjak menjadi 6.263 kasus pada 2024, kemudian turun menjadi 4.436 kasus pada 2025. Hingga September 2026, jumlah kasus tercatat sebanyak 2.841.

Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak pada 2026, yakni 744 kasus. Disusul Muara Enim 533 kasus, Ogan Ilir 253 kasus, Banyuasin 231 kasus dan Musi Banyuasin 215 kasus.

Sementara untuk kasus kematian, Muara Enim mencatat angka tertinggi dengan lima orang meninggal. Kemudian Banyuasin empat orang, Musi Banyuasin tiga orang, PALI dan Lubuklinggau masing-masing dua orang, serta Palembang, Pagar Alam dan Ogan Ilir masing-masing satu orang.

Ira mengatakan sebagian kematian terjadi karena pasien terlambat mendapatkan penanganan medis dan sudah berada dalam kondisi berat, termasuk Dengue Shock Syndrome (DSS).

Penyakit penyerta maupun komplikasi juga dapat memperburuk kondisi pasien.

Dinkes Sumsel karena itu mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami demam atau gejala yang mengarah pada dengue.

Penanganan sejak awal dinilai penting untuk mencegah kondisi pasien berkembang menjadi lebih berat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia