CFD Jembatan Ampera Picu Kemacetan, Herman Deru Minta Penataan Ulang Lalu Lintas

AKURAT.CO SUMSEL Uji coba hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day (CFD) di Jembatan Ampera yang digelar pada Minggu (12/4/2026) lalu menuai kritik meski disambut antusias warga.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, langsung merespons carut-marutnya arus lalu lintas tersebut.
Ia menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) dan pihak kepolisian untuk segera melakukan evaluasi besar-besaran terhadap penataan jalan.
Kemacetan panjang dilaporkan terjadi di Jembatan Musi IV dan Jembatan Musi VI akibat tumpukan kendaraan yang dialihkan dari Jembatan Ampera.
Kurangnya jumlah personel di lapangan disinyalir menjadi penyebab utama arus kendaraan tidak terurai dengan cepat.
Baca Juga: Diancam dan Dipaksa, Remaja 16 Tahun di Palembang Jadi Korban Kebejatan Oknum Satpam
Menanggapi keluhan warga, Herman Deru menjelaskan bahwa pelaksanaan kemarin merupakan tahap soft launching.
Artinya, ketidaksempurnaan yang terjadi akan dijadikan bahan evaluasi sebelum CFD Ampera diresmikan secara permanen.
"Wali Kota sudah menghubungi saya. Ini kan masih tahap awal, belum peluncuran resmi. Tentu hingga hari peresmian nanti, semuanya harus sudah tertata dengan baik," ujar Deru, Selasa (14/4/2026).
Deru mengakui bahwa setiap kebijakan baru, apalagi yang melibatkan konsentrasi massa di fasilitas umum, pasti memunculkan tantangan logistik. Namun, ia menekankan bahwa kenyamanan satu kelompok masyarakat tidak boleh mengorbankan hak pengguna jalan lainnya.
"Namanya barang baru, orang pasti ramai berkumpul. Saya minta Pemkot, Pemprov melalui Dishub, dan kepolisian duduk bersama. Cari jalan keluar agar warga yang ingin berolahraga nyaman, tapi yang mau melintas juga tidak terganggu," tambahnya.
Meski menuai protes terkait kemacetan, Gubernur Sumsel tetap mengapresiasi ide kreatif dibalik CFD Jembatan Ampera. Menurutnya, penyediaan ruang publik yang sehat merupakan salah satu cara meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat Palembang.
"Tujuannya adalah kebahagiaan warga. Ini ide kreatif yang harus dicarikan solusinya, bukan dihentikan. Kita buatkan skema lalu lintas yang pas agar semua pihak merasa nyaman," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









