Sumsel

Masuk Musim Pancaroba, Sejumlah Daerah di Sumsel Diprediksi Alami Hujan Ekstrem hingga Akhir Pekan

Septiyanti Dwi Cahyani | 10 April 2026, 08:00 WIB
Masuk Musim Pancaroba, Sejumlah Daerah di Sumsel Diprediksi Alami Hujan Ekstrem hingga Akhir Pekan
Ilustrasi hujan.

AKURAT. CO SUMSEL - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis info prakiraan cuaca harian untuk wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

Berdasarkan data tersebut, setidaknya 10 kabupaten/kota di Sumsel diprediksi mengalami hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang pada sore hari.

Sementara hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi hampir terjadi di seluruh wilayah Sumsel pada siang hingga malam hari, bahkan beberapa wilayah terpantau hingga dini hari.

Baca Juga: Telat Angkat Telepon Saat WFH, ASN Palembang Terancam Teguran Tertulis

Adapun wilayah yang diprediksi mengalami hujan petir antara lain: Kabupaten Banyuasin, Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir, OKI, OKU, OKU Selatan, OKU Timur dan PALI.

Musim Pancaroba

Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) kini mulai memasuki masa peralihan musim atau pancaroba.

Baca Juga: Pendapatan Sumsel Naik, Kemandirian Fiskal Masih Jadi Tantangan

Kondisi ini membuat potensi cuaca ekstrem meningkat dalam beberapa hari ke belakang.

Kepala Stasiun Meteorologi Sumsel, Siswanto, mengatakan perubahan musim saat ini sudah mulai terasa di sebagian besar wilayah.

Hingga akhir pekan kedua April ini, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih akan mengguyur sejumlah daerah.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan di Palembang Ditangkap di Jambi Usai Buron Hampir Sebulan

Masyarakat perlu memahami bahwa karakteristik cuaca saat pancaroba cenderung tidak menentu.

Hujan biasanya turun dalam durasi singkat, namun dengan intensitas tinggi.

Selain itu, kondisi ini sering disertai angin kencang, petir atau kilat, serta perubahan suhu yang drastis.

Baca Juga: Pemkot Palembang Fokus Benahi PJU, 8.000 Titik Jadi Prioritas Tahun Ini

Fenomena ini berpotensi terjadi secara tiba-tiba, terutama pada siang hingga malam hari.

Masyarakat pun diimbau waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan genangan di perkotaan, tanah longsor di daerah perbukitan, angin kencang atau puting beliung, serta sambaran petir.

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, masyarakat diharapkan lebih waspada dan memperhatikan perkembangan informasi cuaca terkini. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.