Hadapi Cuaca Ekstrem, PUPR Palembang Siapkan Langkah Antisipasi Banjir

AKURAT.CO SUMSEL Kasus penanganan banjir di Kota Palembang yang turut melibatkan Kepala Dinas PUPR terus bergulir.
Kali ini, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Yudha Ferdiansyah, angkat bicara terkait permasalahan banjir tersebut.
Ia memastikan, pihaknya dalam pencegahan dan penanganan banjir di Palembang akan melibatkan sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VII Palembang.
“Pertama, sesuai arahan Pak Wali, diminta tindakan cepat dari OPD terkait. Kami bersifat tim gabungan, tidak hanya Pemkot saja, tetapi juga melibatkan Balai Besar dan Pemprov sesuai amanat dari Kemendagri,” jelas Yudha.
Yudha menjelaskan, fokus pihaknya saat ini adalah mengantisipasi dan menanggulangi banjir ke depan, di tengah kondisi cuaca ekstrem.
“Intinya untuk penanganan ke depan di tengah cuaca yang agak ekstrem, sesuai informasi dari BMKG hingga awal Mei. Jadi ketika masuk situasi seperti ini, hujan deras sudah diantisipasi dengan langkah dan tindakan,” paparnya.
Baca Juga: Wali Kota Palembang Minta Kadis PU Baru Turun Tangan Atasi Banjir di Sejumlah Titik
Dalam hal mitigasi, langkah pertama yang akan dilakukan adalah normalisasi sejumlah kolam retensi, termasuk drainase, terutama yang bersifat primer dan berukuran besar.
Saat terjadi curah hujan tinggi dan pasang air, kondisi pompanisasi harus dalam keadaan siap.
Selain itu, tim terpadu akan disebarkan di sejumlah titik rawan kemacetan akibat banjir, sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Saat di lapangan, jika terjadi kondisi ekstrem seperti kemarin, tim terpadu akan bergerak. Jika cuaca sudah menunjukkan potensi hujan, tim sudah lebih dulu bersiap. Mungkin petugas Satpol PP dan Dishub sudah berada di titik tertentu untuk mengantisipasi kemacetan,” bebernya.
Tenaga kesehatan juga disiagakan jika diperlukan evakuasi, sementara pihak kecamatan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi warga di titik rawan banjir, sekaligus memberikan informasi dan sosialisasi.
“Termasuk penggunaan perahu karet bisa disiapkan lebih awal, dan pihak Kominfo akan lebih intens menyampaikan informasi perkembangan cuaca dari BMKG,” katanya.
Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan OPD yang memiliki pompa air akan bekerja sama dalam penanganan banjir. BBWS juga diminta lebih aktif, karena pompanisasi Sungai Bendung tidak harus menunggu hujan lebat, tetapi dapat dioperasikan saat air mulai pasang.
“Jadi ketika kondisi hujan terjadi, penanganan bisa dimaksimalkan tanpa harus menunggu situasi semakin parah,” tutupnya. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 7Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 8Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








