Jelang Mudik Lebaran 2026, Jalan Nasional di Sumsel Dipastikan Bebas Lubang

AKURAT.CO SUMSEL Menjelang arus mudik Idul Fitri 2026, kondisi jalan nasional di wilayah Sumatera Selatan dipastikan dalam keadaan baik dan aman dilalui pemudik.
Perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah disebut telah rampung, sehingga saat ini seluruh ruas utama berada dalam kondisi bebas lubang atau zero pothole.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional I Sumatera Selatan Alfredo mengatakan perbaikan jalan telah dilakukan secara menyeluruh di sejumlah titik yang sebelumnya mengalami kerusakan.
“Per H-10 Lebaran, pekerjaan perbaikan jalan sudah selesai. Zero pothole sudah 100 persen kita lakukan. Lubang-lubang sudah habis dan tuntas,” ujar Alfredo, Sabtu (14/3/2026).
Meski demikian, pihaknya tetap menyiagakan tim di lapangan untuk mengantisipasi munculnya lubang baru. Hal ini mengingat beberapa wilayah di Sumatera Selatan masih berpotensi mengalami hujan, sementara kendaraan berat juga masih melintasi sejumlah ruas jalan.
Menurutnya, perbaikan jalan dilakukan secara intensif dalam beberapa waktu terakhir sebagai bagian dari persiapan menghadapi lonjakan kendaraan saat arus mudik dan arus balik Lebaran.
Beberapa jalur strategis yang menjadi rute utama pemudik juga telah dipastikan dalam kondisi baik.
Di antaranya ruas Jalan Palembang–Betung–Jambi serta ruas Jalan Betung–Sekayu–Mangunjaya yang kini sudah tidak memiliki lubang dan telah ditutup menggunakan aspal.
Baca Juga: Kakek 74 Tahun Dilaporkan Tenggelam di Sungai Komering OKU Timur, Tim SAR Lakukan Pencarian
Sementara itu, untuk ruas Jalan Mangunjaya–Muara Beliti, penanganan sementara dilakukan dengan menutup lubang menggunakan agregat.
Ruas jalan tersebut sebelumnya sempat menjadi sorotan karena banyaknya lubang besar yang menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kecelakaan hingga terbalik.
“Sekarang jalannya sudah rata dan aman dilalui. Memang kenyamanannya belum maksimal karena masih menggunakan agregat. Rencananya pengaspalan akan dilakukan pada Juni nanti,” jelasnya.
Ia menambahkan, perbaikan menyeluruh di ruas tersebut diproyeksikan selesai secara bertahap hingga 2027. Penanganan dilakukan dalam program perbaikan jangka tiga tahun sejak 2025.
Menurut Alfredo, kerusakan jalan di kawasan itu kerap terjadi akibat luapan sungai yang berada di sisi jalan, terutama saat musim hujan. Kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya kendaraan bertonase berat atau kendaraan over dimension over load (ODOL) yang melintas.
Dengan rampungnya perbaikan jalan di berbagai titik strategis, pemerintah berharap perjalanan pemudik di Sumsel selama musim Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih aman dan lancar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









