Sumsel

Siap-Siap! Kantor Wali Kota Palembang Akan Dibuka untuk Umum sebagai Objek Wisata Sejarah

Deni Hermawan | 15 November 2024, 19:00 WIB
Siap-Siap! Kantor Wali Kota Palembang Akan Dibuka untuk Umum sebagai Objek Wisata Sejarah

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berencana membuka Kantor Wali Kota (Wako) di Jalan Merdeka untuk umum, dengan tujuan menjadikannya sebagai objek wisata sejarah yang dapat dikunjungi masyarakat secara gratis.

Rencananya, kantor bersejarah ini akan dibuka setiap minggu untuk pelajar, terutama siswa SD dan SMP, dalam rangka program study tour dan edukasi sejarah.

Pj Wali Kota Palembang, Ucok Abdulrauf Damenta, mengungkapkan bahwa Kantor Wali Kota Palembang, yang dikenal dengan sebutan Kantor Ledeng pada masa Kesultanan Darussalam, memiliki nilai sejarah yang sangat penting.

Keberadaannya sudah ada sejak era kolonial Belanda, menjadikannya sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dipahami oleh masyarakat.

"Kantor kita (Wako) heritage bisa dibuka sebagai objek wisata untuk umum seminggu sekali," kata Damenta, Jumat (15/11/2024).

Damenta menambahkan bahwa kantor Wako ini akan menyajikan informasi sejarah yang mendalam kepada pengunjung, terutama bagi generasi muda.

"Di bawah itu nanti ada semacam tertulis sejarahnya, yang dikerjakan sejarawan Palembang. Ada akrilik menceritakan keberadaan kantor dari dahulu," ujarnya.

Skema pembukaan Kantor Wako Palembang untuk umum ini akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kota Palembang, agar siswa-siswi dapat lebih memahami perkembangan sejarah, budaya, dan tradisi daerah. Program ini bertujuan agar generasi muda lebih mengenal warisan budaya dan sejarah kota mereka.

Baca Juga: Bawaslu Sumsel Laporkan Dugaan Pelanggaran Netralitas 12 ASN ke BKN

"Anak-anak SD dan SMP harus tahu kenapa kantor Wako dinamakan Kantor Ledeng. Ada sejarahnya sejak berdiri tahun 1931. Mereka juga perlu tahu kenapa ada dua berangkas dan kamar besi di dalamnya," sambungnya.

Kantor Wali Kota Palembang memiliki nilai sejarah yang tak ternilai, mengingat bangunan ini pernah dikenal dengan nama Kantor Ledeng atau Menara Air (Water Torren).
Gedung ini digunakan sebagai instalasi pengolahan air bersih pada masa kepemimpinan Ir R.C.A.F.J. Le Cocq d'Armandville, Wali Kota Palembang asal kolonial. Masyarakat setempat lebih mengenalnya sebagai Kantor Ledeng.

Gedung ini dibangun dengan desain bergaya De Stijl dan memiliki bentuk kotak dengan atap datar. Selama pembangunan, gedung ini memakan biaya sekitar satu ton emas.

Menara Air ini juga dikenal dengan sistem distribusi air bersih menggunakan sistem gravitasi, dengan bak penampung air yang memiliki kapasitas hingga 1.200 meter kubik. Gedung ini setinggi 35 meter dan memiliki luas 250 meter persegi.

Dengan pembukaan Kantor Wali Kota sebagai objek wisata sejarah, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan bangunan bersejarah serta mengenalkan generasi muda pada sejarah yang membentuk Kota Palembang. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto