Sumsel

Solidaritas Ribuan Ojol Palembang, 'Off-Bid' Sehari Penuh dan Istighosah Akbar Tuntut Keadilan

Maman Suparman | 19 Mei 2025, 16:45 WIB
Solidaritas Ribuan Ojol Palembang, 'Off-Bid' Sehari Penuh dan Istighosah Akbar Tuntut Keadilan

AKURAT.CO SUMSEL Ribuan pengemudi ojek online (Ojol) di Kota Palembang bersiap untuk menggelar aksi damai besar-besaran dengan cara "off-bid" atau mematikan aplikasi mereka secara serentak pada Selasa, 20 Mei 2025.

Aksi ini merupakan bagian dari gerakan nasional "Kebangkitan Ojol Nasional" yang akan diisi dengan istighosah, doa bersama, dan shalawat.

Para pengemudi dari berbagai platform dan komunitas akan bersatu dalam barisan solidaritas.

Selain menyampaikan aspirasi melalui orasi, mereka juga akan menggelar istighosah akbar, memanjatkan doa untuk para pemimpin bangsa, mulai dari Presiden dan Wakil Presiden, Gubernur Sumatera Selatan, hingga Wali Kota Palembang.

Ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel, Muhammad Asrul Indrawan, menegaskan bahwa aksi ini lebih dari sekadar mogok kerja.

Menurutnya, ini adalah wujud perjuangan bermartabat untuk membela nasib ribuan mitra pengemudi yang selama ini merasa bekerja di bawah tekanan sistem yang tidak adil.

Baca Juga: Polisi Terus Buru Pelaku Pembacokan Pengantin Pria di Palembang, Diduga Bermotif Dendam

"Kami off-bid sehari penuh demi perubahan jangka panjang. Ini suara kami—bukan sekadar mogok, tapi seruan untuk keadilan. Kami minta maaf kepada masyarakat jika pengantaran terganggu, tapi ini adalah perjuangan bersama," ujar, Senin (19/5/2025).

"Berbagai kebijakan sepihak dari perusahaan aplikasi, seperti potongan komisi yang tinggi, sistem insentif yang tidak transparan, hingga minimnya jaminan sosial, telah menyengsarakan kehidupan para mitra pengemudi," sambungnya.

Asrul juga menekankan bahwa aksi yang akan mereka gelar akan berlangsung secara tertib, damai, dan bernuansa religius, tanpa adanya provokasi atau tindakan kekerasan.

"Kami ingin buktikan bahwa driver online bisa bersuara dengan cara yang terhormat. Kami punya iman dan etika. Istighosah ini adalah bentuk harapan kami kepada Tuhan dan negara," katanya.

Ia pun menyerukan kepada seluruh pengemudi online di Sumatera Selatan, baik yang dapat turun langsung ke jalan maupun tidak, untuk turut serta melakukan off-bid selama satu hari sebagai wujud dukungan terhadap perjuangan bersama ini.

Lebih lanjut, Asrul mengisyaratkan bahwa jika tuntutan mereka tidak segera direspon oleh pihak terkait, aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar dan melibatkan komunitas pengemudi dari provinsi lain dapat digelar.

"Kami ini bukan sekadar pengemudi. Kami adalah denyut ekonomi kota. Kami ingin negara hadir melindungi rakyat kecil, bukan hanya perusahaan besar," pungkas Asrul.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia