Sumsel

Lonjakan Arus Peti Kemas di Boom Baru Jadi Sinyal Positif Ekspor-Impor Palembang

Maman Suparman | 15 April 2025, 21:00 WIB
Lonjakan Arus Peti Kemas di Boom Baru Jadi Sinyal Positif Ekspor-Impor Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Boom Baru Palembang mencatatkan kinerja impresif sepanjang triwulan pertama 2025.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional II Palembang melaporkan, arus peti kemas dari Januari hingga Maret 2025 mencapai 29.778 TEUs (Twenty-foot Equivalent Units), mencatatkan pertumbuhan sebesar 108,49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 14.284 TEUs.

Jr. Manager Komersial Pelindo Regional II Palembang, Irtanto Armawan, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut tidak lepas dari bertambahnya jenis komoditas yang diangkut serta pengalihan rute ekspor dari wilayah lain ke Palembang.

"Ramadan dan Idulfitri tidak banyak berpengaruh, justru peningkatan ini didorong oleh ekspansi komoditas. Salah satunya adalah karet, yang sebelumnya dikirim dari Belawan, kini dialihkan ke Palembang," jelas Irtanto, Selasa (15/4/2025).

Dari total kinerja triwulan pertama ini, sekitar 25,6% target tahunan yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 telah berhasil dicapai. Target tersebut ditetapkan sebesar 116.280 TEUs untuk tahun berjalan.

Baca Juga: Ekspor Industri dan Tambang Sumsel Melesat, Tiongkok Jadi Tujuan Utama

Dalam rinciannya, peti kemas luar negeri mendominasi dengan 20.087 TEUs, sedangkan peti kemas domestik berjumlah 9.691 TEUs. Adapun komoditas ekspor yang paling menonjol adalah karet sebanyak 2.570 box, diikuti kelapa yang mengalami lonjakan pada Februari.

Sementara dari sisi impor, barang-barang seperti container kosong (1.988 box), bahan kimia, suku cadang, dan porcelain tiles turut berkontribusi pada peningkatan volume.

"Ada juga impor repo empty dari MLO (Main Line Operator) sebagai respons atas tingginya volume ekspor. Ini menunjukkan kepercayaan operator terhadap kapasitas pelabuhan kita," imbuh Irtanto.

Di sisi domestik, komoditas seperti sabun, tepung terigu, semen, dan barang ritel mendominasi aktivitas bongkar. Meski hanya sebagian kecil dari total arus, muatan barang seperti pupuk dan bahan bangunan tetap memberi warna dalam pergerakan logistik di pelabuhan.

Lebih lanjut, Irtanto menyebut kapasitas Pelabuhan Boom Baru yang mencapai 350.000 TEUs per tahun masih sangat memadai untuk menampung potensi peningkatan arus peti kemas ke depan.

"Kita optimistis target tahunan bisa tercapai. Pelabuhan Boom Baru masih punya ruang besar untuk ekspansi dan mendukung laju perdagangan Sumatera Selatan," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia