Lonjakan Arus Peti Kemas di Boom Baru Jadi Sinyal Positif Ekspor-Impor Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Boom Baru Palembang mencatatkan kinerja impresif sepanjang triwulan pertama 2025.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional II Palembang melaporkan, arus peti kemas dari Januari hingga Maret 2025 mencapai 29.778 TEUs (Twenty-foot Equivalent Units), mencatatkan pertumbuhan sebesar 108,49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 14.284 TEUs.
Jr. Manager Komersial Pelindo Regional II Palembang, Irtanto Armawan, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut tidak lepas dari bertambahnya jenis komoditas yang diangkut serta pengalihan rute ekspor dari wilayah lain ke Palembang.
"Ramadan dan Idulfitri tidak banyak berpengaruh, justru peningkatan ini didorong oleh ekspansi komoditas. Salah satunya adalah karet, yang sebelumnya dikirim dari Belawan, kini dialihkan ke Palembang," jelas Irtanto, Selasa (15/4/2025).
Dari total kinerja triwulan pertama ini, sekitar 25,6% target tahunan yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 telah berhasil dicapai. Target tersebut ditetapkan sebesar 116.280 TEUs untuk tahun berjalan.
Baca Juga: Ekspor Industri dan Tambang Sumsel Melesat, Tiongkok Jadi Tujuan Utama
Dalam rinciannya, peti kemas luar negeri mendominasi dengan 20.087 TEUs, sedangkan peti kemas domestik berjumlah 9.691 TEUs. Adapun komoditas ekspor yang paling menonjol adalah karet sebanyak 2.570 box, diikuti kelapa yang mengalami lonjakan pada Februari.
Sementara dari sisi impor, barang-barang seperti container kosong (1.988 box), bahan kimia, suku cadang, dan porcelain tiles turut berkontribusi pada peningkatan volume.
"Ada juga impor repo empty dari MLO (Main Line Operator) sebagai respons atas tingginya volume ekspor. Ini menunjukkan kepercayaan operator terhadap kapasitas pelabuhan kita," imbuh Irtanto.
Di sisi domestik, komoditas seperti sabun, tepung terigu, semen, dan barang ritel mendominasi aktivitas bongkar. Meski hanya sebagian kecil dari total arus, muatan barang seperti pupuk dan bahan bangunan tetap memberi warna dalam pergerakan logistik di pelabuhan.
Lebih lanjut, Irtanto menyebut kapasitas Pelabuhan Boom Baru yang mencapai 350.000 TEUs per tahun masih sangat memadai untuk menampung potensi peningkatan arus peti kemas ke depan.
"Kita optimistis target tahunan bisa tercapai. Pelabuhan Boom Baru masih punya ruang besar untuk ekspansi dan mendukung laju perdagangan Sumatera Selatan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








