Sumsel

Tolak Revisi UU Pilkada, Ratusan Mahasiswa Palembang Bakar Ban di Depan DPRD Sumsel

Haris Ma'ani | 23 Agustus 2024, 18:35 WIB
Tolak Revisi UU Pilkada, Ratusan Mahasiswa Palembang Bakar Ban di Depan DPRD Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palembang kembali turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana revisi Undang-Undang Pilkada yang dinilai berpotensi mencederai demokrasi.

Aksi yang digelar di depan Kantor DPRD Sumatera Selatan ini diikuti oleh mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Universitas IBA, Universitas Sriwijaya, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Dalam aksi yang berlangsung di Simpang 5 DPRD Sumsel, para mahasiswa memblokir jalan dan membakar ban sebagai simbol protes keras mereka terhadap langkah DPR RI yang dianggap mengancam konstitusi.

Orator dari kelompok mahasiswa tersebut menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur dalam memperjuangkan keadilan dan menuntut agar DPR tidak mencoba mengubah aturan yang ada demi kepentingan tertentu.

"Kami di sini untuk mendukung keadilan di seluruh Indonesia. Menghormati dan mematuhi keputusan Mahkamah Konstitusi adalah kewajiban DPR. Tidak boleh ada tindakan yang membangkang konstitusi," seru salah satu perwakilan mahasiswa.

Meski aksi tersebut sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi, para mahasiswa tetap berkomitmen menyampaikan aspirasi mereka dengan tegas.

Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Bacakada Pilkada Sumsel 2024 Dilakukan di RSUP Mohammad Hoesin

Mereka juga mengeluarkan mosi tidak percaya kepada DPR, menuduh lembaga legislatif tersebut berupaya mengakali peraturan untuk kepentingan politik tertentu, termasuk spekulasi tentang revisi UU Pilkada yang diduga bertujuan memuluskan jalan bagi putra presiden dalam Pilkada Jawa Tengah.

"Jika DPR dan pemerintah terus mengganggu demokrasi, kami akan mengambil tindakan yang lebih besar," tegas orator tersebut.

Di sisi lain, anggota Komisi V DPRD Sumatera Selatan, Syaiful Padli berjanji akan menyampaikan suara mereka ke tingkat pusat. Ia menyatakan bahwa aspirasi mahasiswa akan dibawa ke Jakarta untuk dibahas lebih lanjut.

"Kami tidak omong kosong. Aspirasi kalian akan kami bawa ke Jakarta untuk diperjuangkan," ujarnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto