Sumsel

Tega! Ibu Bayi Berkelamin Ganda di Palembang Tertipu Oknum Saat Urus BPJS

Haris Ma'ani | 12 September 2024, 16:05 WIB
Tega! Ibu Bayi Berkelamin Ganda di Palembang Tertipu Oknum Saat Urus BPJS

AKURAT.CO SUMSEL Elin Tri Utami, ibu dari MEP, bayi penderita hipospadia atau kelamin ganda, mengungkapkan kekecewaannya setelah menjadi korban penipuan oknum yang mengaku sebagai pegawai BPJS Kesehatan Palembang.

“Saya awalnya datang ke Mall Pelayanan Publik di Jakabaring untuk mengurus BPJS Kesehatan. Di sana, saya bertemu dengan seorang perempuan yang mengaku sebagai pegawai BPJS Kesehatan Palembang,” kata Elin di kediamannya, Kamis (12/9/2024).

Elin menceritakan bahwa perempuan tersebut menawarkan bantuan untuk membuat kartu BPJS atau KIS agar anaknya segera mendapat perawatan yang diperlukan. Tanpa ragu, Elin menyerahkan uang sebesar Rp 1 juta dengan harapan proses administrasi cepat selesai.

“Saya percaya saja supaya anak saya bisa dioperasi secepatnya. Namun, hingga sekarang, saya belum mendapat kabar apapun dari perempuan itu,” tutur Elin dengan nada kecewa.

Elin menjelaskan bahwa anaknya sudah pernah mendapatkan perawatan di RS Hermina, Kabupaten Bogor, dan sempat melakukan kontrol di RS Muhammadiyah Palembang.

Baca Juga: Bayi 10 Bulan di Palembang Alami Penyakit Langka Kelamin Ganda, Orang Tua Harapkan Bantuan Pemerintah

Namun, kebutuhan untuk operasi lanjutan membuat mereka terpaksa mencari bantuan BPJS karena biaya operasi yang sangat mahal.

“Pihak RS Siloam Palembang menyarankan agar operasi segera dilakukan, namun tanpa BPJS, biaya operasi tersebut sangat memberatkan kami,”

“Saya hanya ingin anak saya bisa sembuh dan tidak menderita lagi,” ujarnya.

Elin berharap agar Pemerintah Kota Palembang bisa membantu proses pengurusan BPJS bagi anaknya agar operasi dapat segera dilakukan tanpa terkendala biaya.

“Saya hanya seorang ibu rumah tangga dan saat ini kami masih tinggal di rumah orang tua. Jika harus membayar biaya operasi sendiri, itu sangat memberatkan bagi kami,” tambahnya.

Elin juga menyampaikan keprihatinannya atas kondisi Elgio yang semakin menurun. Sejak lahir, MEP telah didiagnosis dengan hipospadia, sebuah kondisi kelainan kelamin yang membuatnya membutuhkan empat tahap operasi.

“Kondisi Elgio semakin memburuk. Berat badannya menurun drastis, dan kami sangat khawatir dengan kesehatannya. Kami benar-benar memohon bantuan pemerintah agar bisa mendapatkan BPJS dan membantu pengobatan anak kami,” ujarnya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto