Sumsel

BPBD OKU Tetapkan Siaga Darurat Banjir dan Longsor, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

St Shofia Munawaroh | 22 November 2025, 06:00 WIB
BPBD OKU Tetapkan Siaga Darurat Banjir dan Longsor, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

AKURAT. CO SUMSEL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan longsor.

Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan dampak bencana banjir dan tanah longsor.

Menurut Kepala BPBD OKU Januar Efendi, penetapan ini didasarkan pada hasil koordinasi antara BPBD bersama BMKG.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Ketat, Pemprov Sumsel Pastikan TPP ASN Tetap Cair Penuh di 2026

Yakni berdasarkan pantauan hujan yang terjadi di wilayah setempat sejak beberapa hari terakhir disebabkan adanya peningkatan aktivitas pada Gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby Ekuatorial yang aktif melintasi wilayah Sumatera Selatan.

Aktivitas gelombang tersebut berperan dalam meningkatkan suplai massa udara basah dan memicu pembentukan awan hujan.

Baca Juga: Hingga Oktober 2025, Lebih dari 33 Ribu Pasien Berobat ke RS Ernaldi Bahar Palembang, Dipicu Utama Narkoba dan Faktor Biologis

Selain itu, BMKG juga mengidentifikasi adanya area konvergensi (pertemuan massa udara) atau belokan angin di sekitar Sumatera Bagian Selatan yang menyebabkan massa udara berkumpul dan dipaksa naik secara vertikal (updraft), sehingga mempercepat pertumbuhan awan konvektif (awan hujan ekstrem/cumulonimbus).

Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana banjir dan tanah longsor supaya tidak menimbulkan korban jiwa.

Khususnya, bagi masyarakat yang tinggal di sekitaran bantaran Sungai Ogan. 

Baca Juga: Bukan Hanya OKU, 11 Daerah di Sumsel Ditetapkan Rawan Bencana, Pemprov Siap Naikkan Status Jika Dua Daerah Lain Menyusul

Persiapan BPBD

Sebanyak 647 personel yang tergabung dalam satgas penanggulangan bencana disiagakan guna menindaklanjuti cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan dampak banjir dan tanah longsor.

Selain personel, BPBD juga menyiapkan sejumlah peralatan penanggulangan bencana.

Baca Juga: Tembus Rp75 Ribu per Kg, DKPP Sumsel Pastikan Stok Tetap Aman Meski Produksi Menurun Akibat Musim Hujan

Yaitu ada empat unit perahu karet, tiga unit perahu fiber, lima unit mesin perahu, satu unit boat, dan tiga unit mobil rescue.

Kemudian, sebanyak 19 unit motor trail, 10 unit mesin sedot apung, enam unit tenda pengungsian, pelampung dan 71 unit tenda keluarga juga telah disiapkan. (*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.