Sumsel

Perseteruan Dokter Puskesmas 23 ilir dan Pegawai Toko Pempek di Palembang Berakhir Damai

Deni Hermawan | 27 Desember 2024, 19:00 WIB
Perseteruan Dokter Puskesmas 23 ilir dan Pegawai Toko Pempek di Palembang Berakhir Damai

AKURAT.CO SUMSEL Video yang tersebar di media sosial (medsos) Instagram, yang mana seorang dokter gigi puskesmas 23 Ilir, dr Iftitah Nurisah menuduh dan mencaci maki pegawai pempek bernama Hermanto berujung damai di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Kota Palembang, Jumat (27/12/2024) siang.

"Alhamdulillah lebih kurang satu jam lebih kami bersama duduk dalam suasana kekeluargaan dimana Komisi IV memfasilitasi pertemuan antara dua keluarga besar," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Palembang MGS H Syaiful Padli.

Lanjut Syaiful Padli menambahkan, pihaknya berterima kasih kedua belah pihak memenuhi undangan Komisi IV dan hasilnya mencapai kesepakatan bersama.

"Kedua belah pihak sepakat untuk berdamai," tegasnya.

Pada pertemuan tersebut, Syaiful Padli membacakan surat kesepakatan bersama yang menyatakan bahwa dr. Iftitah Nurisah dan Hermanto sepakat untuk tidak saling melaporkan, baik secara pidana maupun perdata.

"Kedua belah pihak secara bersama-sama tanpa tekanan atau paksaan sepakat untuk melakukan perdamaian," jelasnya.

Surat kesepakatan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak, disaksikan oleh seluruh anggota Komisi IV DPRD Kota Palembang yang hadir, serta keluarga kedua belah pihak.

Baca Juga: Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat dan Potensi Bencana Menyambut Tahun Baru di Sumsel

Syaiful Padli menegaskan, dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, kedua pihak sudah saling memaafkan dan sepakat untuk menjaga harkat martabat masing-masing.

"Kami sepakat bahwa tidak ada pihak yang saling merendahkan," pungkasnya.

Dr. Iftitah Nurisah, bersama dengan kuasa hukum A. Rilo Budiman, SH, dan rekannya, menjelaskan bahwa insiden ini terjadi hanya karena adanya miskomunikasi.

"Kami bersepakat untuk berdamai dan juga tidak melanjutkan masalah ini," ujarnya.

"Kami memaafkan satu sama lain karena ini hanya masalah komunikasi yang salah, tidak ada maksud lain dari peristiwa yang tersebar. Yang penting, kami sepakat untuk memperbaiki komunikasi ke depannya."

Di tempat yang sama, Hermanto mengungkapkan rasa syukurnya karena masalah ini dapat diselesaikan secara damai.

"Sejak awal, niat saya memang ingin berdamai," katanya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto