Sumsel

Mengapa Lampu Lalu Lintas Berwarna Merah, Kuning, dan Hijau? Berikut Sejarahnya

Editor Jateng | 4 November 2023, 15:00 WIB
Mengapa Lampu Lalu Lintas Berwarna Merah, Kuning, dan Hijau? Berikut Sejarahnya

AKURAT.CO SUMSEL Sebagian orang mungkin pernah bertanya-tanya mengapa lampu lalu lintas memiliki warna merah, kuning, dan hijau. Faktanya, pemilihan ketiga warna tersebut memiliki alasan yang masuk akal dan sejarah pada beberapa dekade terakhir.

Ketika mengemudi, lampu lalu lintas adalah sesuatu yang harus kamu hadapi setiap hari, yang artinya merah untuk berhenti, kuning berhati-hati, dan hijau yang berarti jalan.

Tapi mengapa tidak memilih warna-warna yang lebih menarik seperti magenta dan turquoise? Nah, berikut sejarah menarik di balik warna-warna ini.

Lampu lalu lintas pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada tahun 1920-an. Peningkatan jumlah pengemudi membuat pemerintah kota khawatir akan terjadinya kecelakaan.

Sebagai solusi, mereka memasang menara lalu lintas dengan lampu merah, kuning, dan hijau, yang dikendalikan oleh petugas untuk mengatur jalannya lalu lintas.

Baca Juga: Bareskrim Polri Ungkap Peredaran Narkoba Dalam Bungkus Keripik Pisang, Delapan Tersangka Berhasil Ditangkap

Faktanya adalah sebelum adanya lampu lalu lintas untuk kendaraan mobil dan motor, sudah ada lampu lalu lintas untuk kereta api.

Pada awalnya, perusahaan kereta api menggunakan warna merah untuk mengindikasikan berhenti, putih untuk jalan, dan hijau untuk waspada.

Namun, masinis kereta api mengalami kesulitan dengan warna putih yang berarti jalan. Warna putih yang cerah bisa dengan mudah disalahartikan sebagai bintang-bintang di malam hari, sehingga masinis kereta api mungkin mengira jalur aman padahal sebenarnya tidak.

Akibatnya, perusahaan kereta api memutuskan untuk menggunakan warna hijau untuk berjalan. Warna kuning kemudian diadopsi sebagai standar untuk mengindikasikan kapan kereta harus melanjutkan dengan hati-hati.

Dan sejak saat itu, ketiga warna tersebut digunakan sebagai indikator lalu lintas.

Mengapa warna merah dipilih untuk berhenti? Sebenarnya, warna merah memiliki panjang gelombang terpanjang di antara ketiga warna tersebut.

Ini membuatnya dapat terlihat dari jarak yang lebih jauh karena redupnya perubahan warna saat melewati molekul udara. Walaupun mata manusia lebih sensitif terhadap warna kuning-hijau, warna merah bisa terlihat dari jarak yang lebih jauh. Jadi, pemilihan warna merah sebagai indikator berhenti didasarkan pada sifat optik warna ini.

Baca Juga: Intip Perubahan Realme GT5 Pro yang Mengusung Sensor Kamera Terbaru

Selain itu, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa beberapa tanda berhenti berwarna kuning? Pada tahun 1900-an, beberapa tanda berhenti awalnya berwarna kuning karena warna merah sulit terlihat di daerah yang kurang terang.

Baca Juga: Daftar Brand Ternama yang Terang-Terangan Dukung Israel

Namun, setelah bahan-bahan yang sangat reflektif dikembangkan, tanda berhenti berwarna merah menjadi standar. Namun, kuning masih digunakan pada tanda-tanda zona sekolah, beberapa tanda lalu lintas, dan bus sekolah karena warna ini tetap terlihat dengan baik sepanjang hari.

Jadi, ketika kamu berhenti di lampu lalu lintas, sekarang kamu tahu bahwa ada sejarah menarik di balik pemilihan warna-warna ini. Semoga informasi ini menjadikan menunggu di lampu lalu lintas sedikit lebih menarik!

[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
K
Editor
Kurnia