Sumsel

Ziarah Kubro dari Masa ke Masa dan Fakta-fakta Menarik di dalamnya

St Shofia Munawaroh | 6 Februari 2026, 06:00 WIB
Ziarah Kubro dari Masa ke Masa dan Fakta-fakta Menarik di dalamnya

AKURAT. CO SUMSEL - Pelaksanaan Ziarah Kubro akan dimulai hari ini, Jumat (6/2/2026).

Rangkaian acara dimulai dengan Ziarah Pemakaman Al Habib Achmad bin Syech Shahab di Masdid Darul Muttaqien.

Rangkaian acara akan dilanjutkan selama tiga hari ke depan sampai Minggu (9/2/2026).

Baca Juga: Ekonomi Sumsel 2025 Tumbuh 5,35 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama

Ziarah kubro sendiri merupakan tradisi berkunjung ke makam-makam para ulama di Palembang setiap 10 hari menjelang Ramadan.

Tradisi ini, disebut sudah berkembang di masyarakat sejak abad 17 saat masa Kesultanan Palembang Darussalam.

Berikut adalah perkembangan pelaksanaan Ziarah Kubro dari masa ke masa lengkap dengan fakta-fakta menarik di dalamnya. 

Baca Juga: Diduga Dirampas Mata Elang di Parkiran Mal, Mobil Warga Palembang Raib

Tradisi Kuno

Ziarah kubro mulai dikenal luas ketika Islam berkembang pesat di Palembang pada masa Kerajaan Palembang sekitar abad ke-16.

Hal ini ditandai dengan meningkatnya peran warga keturunan Arab menjadi penasihat ataupun guru spiritual raja pada masa itu.

Baca Juga: Tolak Ajakan Jalan, Wanita di Palembang Diduga Dipukul Mantan hingga Lebam

Tradisi tersebut kemudian menjadi ritual bersama warga keturunan Arab dan pemimpin Palembang ketika masa Kesultanan Palembang Darussalam (1659-1823).

Saat itu, terjadi akulturasi budaya Arab dan Palembang, seperti pawai diiringi prajurit berpakaian khas Melayu Palembang dan mengunjungi makam pendiri ataupun penguasa Palembang terdahulu.

Awalnya, kegiatan ziarah kubro hanya dilakukan satu hari.

Baca Juga: TPID Sumsel Jaga Inflasi Tetap Stabil Jelang Ramadan, Panen Raya Diyakini Perkuat Pasokan Pangan

Namun, karena jumlah jemaah terus bertambah, waktu pelaksanaannya ditambah menjadi tiga hari, tepatnya sejak 2010. 

Berasal dari Keturunan Arab Asal Yaman

Berdasarkan keterangan pemerhati sejarah Palembang, Yudhi Syarofie, menuturkan, ziarah kubro pertama kali dilakukan oleh warga keturunan Arab, terutama asal Yaman yang diduga sudah tiba di Palembang sejak zaman Sriwijaya, sekitar abad ke-8.

Baca Juga: Saling Tatap Berujung Pukulan, Pelajar di Palembang Jadi Korban Penganiayaan

Ketika itu, mereka melakukan ziarah kubro secara eksklusif, yakni hanya di lingkungan keluarga saja.

Tujuannya untuk menghormati leluhur mereka yang merupakan golongan habib atau keturunan Hasan-Husein, cucu Nabi Muhammad SAW. 

Ikon Budaya dan Wisata Religi Palembang

Baca Juga: Dokumen Jeffrey Epstein: Arsip Kasus-kasus Kejahatan Serius dan Tokoh-tokoh Dunia yang Disebutkan

Dalam perkembangannya, ziarah kubro kemudian menjadi ikon budaya dan wisata, baik Palembang maupun Sumsel.

Hingga kini, kegiatan Ziarah Kubro selalu menjadi salah satu Event Unggulan kota Palembang, bahkan masuk daftar Event Nusantara dalam dua tahun berturut-turut. 

Menarik Perhatian Umat Muslim dari Berbagai Penjuru Dunia

Baca Juga: 113 Ribu Peserta BPJS PBI di Palembang Dinonaktifkan Pusat, Ini Penyebabnya

Kegiatan ziarah kubro tak hanya menarik perhatian masyarakat Palembang secara khusus, tetapi juga banyak warga bahkan dari luar Sumsel maupun luar negeri.

Hal ini dibuktikan dengan 50 persen jemaah yang hadir berasal dari luar Sumsel, yakni Aceh, Jambi, Jakarta, Jawa Timur hingga sejumlah daerah di Kalimantan dan Sulawesi. (*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.