Terpuruk di Dasar Klasemen, Iwan Setiawan Tetap Puji Keberanian Skuad Muda Sriwijaya FC

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan tersebut, sekaligus memperberat langkah mereka untuk keluar dari zona degradasi.
Sepanjang laga, skuad muda Sriwijaya FC sebenarnya menunjukkan performa yang menjanjikan. Terutama di babak kedua, mereka berhasil mengurung pertahanan tuan rumah dan menciptakan beberapa peluang emas. Namun, masalah klasik berupa penyelesaian akhir yang kurang efektif kembali menjadi penghalang.
Pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, mengakui bahwa hasil akhir memang mengecewakan, namun ia enggan menyalahkan anak asuhnya. Ia menilai secara kualitas permainan, timnya tidak kalah saing dengan FC Bekasi City.
Baca Juga: Rekam Tetangga Sedang Mandi, Pria di Kalidoni Nyaris Jadi Bulan-bulanan Warga
“Secara permainan, kita mampu mengimbangi bahkan menciptakan peluang lebih banyak dari tuan rumah. Kami melihat perkembangan positif, terutama dari sisi keberanian para pemain muda. Ini modal penting,” ujar Iwan usai pertandingan.
Iwan Setiawan menegaskan bahwa evaluasi internal akan terus digenjot, khususnya pada sektor efektivitas serangan. Mengingat posisi tim yang masih mendekam di dasar klasemen, setiap pertandingan tersisa kini berstatus "final" demi menghindari ancaman turun kasta.
Optimisme serupa juga disuarakan oleh Saifullah Kader. Ia menyebut seluruh penggawa SFC telah berupaya keras menjalankan skema pelatih, namun faktor keberuntungan belum berpihak.
"Kami sudah berjuang maksimal, tapi hasil belum berpihak. Target kami jelas, kami harus bekerja lebih keras lagi untuk bangkit dan mengamankan poin di laga-laga berikutnya," tegas Saifullah.
Berada di posisi juru kunci tentu memberikan tekanan mental yang besar bagi para pemain muda. Manajemen dan tim pelatih kini dituntut untuk menjaga soliditas tim agar tidak kehilangan fokus dalam misi penyelamatan dari jurang degradasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









