Sumsel

Bocah Korban Sunat Massal di Palembang Akan Jalani Operasi, Begini Kata Kapolrestabes

Maman Suparman | 8 Januari 2025, 15:00 WIB
Bocah Korban Sunat Massal di Palembang Akan Jalani Operasi, Begini Kata Kapolrestabes

AKURAT.CO SUMSEL AL Bocah 6 tahun yang diduga menjadi korban malpraktik sunat massal di Palembang akan segera menjalani operasi. Hal ini dikonfirmasi oleh pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan Kota Palembang.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihartono, mengatakan bahwa laporan dari ibu korban, Rusmiati (40), telah diterima oleh petugas SPKT. Setelah melakukan konfirmasi dengan Dinas Kesehatan Kota Palembang, diketahui bahwa AL telah dijadwalkan untuk operasi.

"Untuk laporan sudah diterima oleh petugas SPKT, namun terkait laporan korban akan dilakukan konfirmasi terlebih dahulu," ungkap Harryo, Rabu (8/1/2025).

"Ya, sudah dijadwalkan untuk operasi, ketika saya konfirmasi ke pihak yang bertanggung jawab," tambahnya.

Baca Juga: Diduga Malpraktik Saat Sunat Masal di Palembang, Anak 6 Tahun Alami Lima Lubang pada Saluran Kencing

Kronologi Kejadian

Rusmiati ibu dari AL, saat membuat laporan ke SPKT Polrestabes Palembang mengatakan bahwa anaknya mengalami kelainan pada organ vitalnya setelah mengikuti program sunat massal pada Juli 2024. Menurutnya, kelamin anaknya mengeluarkan air seni bercabang hingga lima lubang, menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil.

"Saat buang air kecil, anak saya merasa sakit. Katanya keras dulu baru keluar air seninya," ungkap Rusmiati kepada petugas kepolisian, Senin (6/1/2025).

kejadian bermula pada 3 Juli 2024, saat AL mengikuti program sunat massal yang digelar di Jalan Kantor Camat Jakabaring, Palembang.

"Awalnya seperti anak-anak lainnya. Tapi setelah beberapa waktu, saat buang air kecil, kelamin anak saya mengeluarkan air seni bercabang hingga lima lubang. Kini masih ada dua lubang yang belum sembuh," jelasnya.

Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap penanganan yang dinilai lambat oleh pihak penyelenggara.

"Kami telah diminta menunggu jadwal operasi, namun hingga kini belum ada tindakan yang dilakukan," tuturnya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia