Sumsel

Akhir Perjalanan Sang Penakluk 14 Puncak Dunia, Nirmal Purja Tewas Saat Ekspedisi di Broad Peak

Kurnia | 3 Agustus 2026, 14:00 WIB
Akhir Perjalanan Sang Penakluk 14 Puncak Dunia, Nirmal Purja Tewas Saat Ekspedisi di Broad Peak
Nirmal Puja. - (ist)

AKURAT.CO SUMSEL Dunia pendakian internasional berduka setelah pendaki legendaris asal Nepal, Nirmal Purja, meninggal dunia akibat longsoran salju saat mendaki Broad Peak di Pakistan.

Kepergian pria yang dikenal sebagai pemecah rekor pendakian 14 gunung tertinggi dunia itu menjadi kehilangan besar bagi komunitas pendaki global.

Purja dilaporkan menjadi salah satu korban dalam insiden longsoran salju yang terjadi pada 30 Juli 2026 di Broad Peak, gunung berketinggian 8.051 meter yang berada di wilayah Gilgit-Baltistan, Pakistan.

Ia bersama sembilan pendaki lainnya sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya keberadaan mereka berhasil dipastikan melalui pencarian udara menggunakan drone.

Meski lokasi para korban telah ditemukan dan identitasnya dikonfirmasi, proses evakuasi belum dapat dilakukan karena medan yang sangat curam serta tingginya risiko longsoran susulan.

Baca Juga: Lulusan Muda Korea Selatan Ramai-ramai Cari Kerja ke Jepang, Peluang Karier Jadi Daya Tarik

Tim penyelamat masih menunggu kondisi yang lebih aman untuk mengevakuasi seluruh jenazah.

Nama Nirmal Purja bukanlah sosok asing di dunia pendakian. Pria berusia 43 tahun itu mencatat sejarah pada 2019 setelah berhasil menaklukkan seluruh 14 gunung dengan ketinggian di atas 8.000 meter hanya dalam waktu enam bulan.

Prestasi tersebut memecahkan rekor dunia sekaligus mengubah pandangan banyak orang tentang batas kemampuan manusia dalam mendaki gunung ekstrem.

Kisah perjuangannya kemudian diabadikan dalam film dokumenter Netflix 14 Peaks: Nothing Is Impossible, yang memperkenalkan sosok Purja kepada jutaan penonton di berbagai negara.

Sebelum dikenal sebagai pendaki kelas dunia, Purja pernah mengabdikan diri sebagai anggota pasukan Gurkha di militer Inggris sebelum bergabung dengan satuan Special Forces.

Latar belakang militer itu disebut menjadi salah satu faktor yang membentuk ketangguhan fisik dan mentalnya saat menghadapi ekspedisi-ekspedisi berisiko tinggi.

Tragedi di Broad Peak turut merenggut nyawa sembilan pendaki lainnya dari berbagai negara. Total terdapat 10 korban yang terdiri atas enam warga Nepal, serta masing-masing satu pendaki dari Pakistan, Oman, Amerika Serikat, dan China.

Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai tokoh dunia. Pemerintah Nepal menyampaikan penghormatan atas dedikasi dan kontribusi Purja yang dinilai telah mengharumkan nama negaranya di panggung internasional.

Sementara sejumlah pejabat Inggris mengenang Purja sebagai sosok inspiratif yang tidak hanya berjasa di dunia militer, tetapi juga menginspirasi banyak orang melalui pencapaiannya di dunia pendakian.

Hingga kini, operasi evakuasi masih terus berlangsung. Otoritas setempat mengutamakan keselamatan tim penyelamat mengingat kondisi cuaca dan kontur pegunungan yang masih berpotensi memicu longsoran baru.

Kepergian Nirmal Purja menutup perjalanan seorang pendaki yang selama ini dikenal berani menantang batas kemampuan manusia. Meski telah tiada, warisan prestasi dan semangatnya diperkirakan akan terus menjadi inspirasi bagi generasi pendaki di seluruh dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia