Sumsel

Pj Gub Sumsel Fatoni: Produktivitas Padi Sumatera Selatan Tertinggi Di Sumatera dan ke-4 Secara Nasional

Raphel Aziza | 2 Maret 2024, 19:52 WIB
Pj Gub Sumsel Fatoni: Produktivitas Padi Sumatera Selatan Tertinggi Di Sumatera dan ke-4 Secara Nasional

AKURAT.CO SUMSEL Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil menempati peringkat keempat di tingkat nasional pada tahun 2023 dalam sektor pertanian, khususnya produksi padi.

Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni, mengungkapkan berbagai terobosan dilakukan agar Sumsel menjadi penyumbang pangan nasional, salah satunya melalui upaya peningkatan  produksi padi.

Baca Juga: Agus Fatoni: Program Optimalisasi Lahan Rawa Sumsel Dorong Peningkatan Produksi Pangan

"Produktivitas padi Provinsi Sumatera Selatan tahun 2023 merupakan yang tertinggi ke-4 di tingkat nasional setelah Bali, Jawa Barat, dan Jawa Timur," ungkap Fatoni, Sabtu (2/3/2024) 

Untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG), produktivitas di Sumsel mencapai 56,19 ku/ha, mengalami peningkatan sebesar 2,13 ku/ha (3,94%) dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Produksi pada tahun 2023 mencapai 2.832,77 ribu ton GKG, atau meningkat sebanyak 57,70 ribu ton GKG (2,08%) jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Tercatat, Bulan Maret menjadi bulan tersubur, dengan jumlah produksi padi tertinggi sebesar 505,39 ribu ton GKG.

Sementara itu, produksi beras di Sumatera Selatan sepanjang Januari hingga Desember 2023 mencapai 1.626,74 juta ton, menunjukkan peningkatan sebesar 33,14 ribu ton (2,08%) dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Produksi beras tertinggi juga terjadi pada bulan Maret, mencapai 290,22 ribu ton.

Dengan pencapaian ini, Sumatera Selatan berhasil menempati posisi sebagai salah satu lumbung padi dan beras terbesar di Indonesia, menduduki peringkat kelima setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. [ ]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
Reporter
Raphel Aziza
H
Editor
Hermanto