Sumsel

Harga Minyak Dunia Tembus USD118 per Barel, Pemerintah Tunggu Sebulan sebelum Putuskan Kebijakan BBM

Kurnia | 10 Maret 2026, 12:00 WIB
Harga Minyak Dunia Tembus USD118 per Barel, Pemerintah Tunggu Sebulan sebelum Putuskan Kebijakan BBM
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Lonjakan harga minyak dunia mulai menjadi perhatian pemerintah Indonesia.

Meski saat ini harga minyak global mengalami kenaikan tajam, pemerintah memilih untuk memantau perkembangan selama satu bulan ke depan sebelum mengambil keputusan terkait harga bahan bakar minyak (BBM).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah masih memiliki ruang fiskal untuk menahan dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap ekonomi nasional.

Menurutnya, pemerintah akan melihat terlebih dahulu arah pergerakan harga minyak global sebelum menentukan langkah kebijakan yang tepat.

“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas,” ujar Purbaya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan pasokan energi nasional dalam kondisi aman.

Baca Juga: Tol Kapal Betung Siap Dipakai Mudik Lebaran, Sepanjang 53 Km Dibuka Gratis

Ia juga menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak akan dinaikkan, meskipun harga minyak dunia sedang mengalami lonjakan.

Kenaikan harga minyak mentah global dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik di berbagai kawasan dunia.

Harga minyak mentah jenis Brent crude oil bahkan dilaporkan telah mencapai USD118 per barel, yang menjadi level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga minyak pada Januari 2026 yang berada di kisaran USD64 per barel.

Lonjakan tersebut memicu kekhawatiran di banyak negara, termasuk Indonesia, karena harga minyak dunia sangat memengaruhi kebijakan energi domestik.

Secara historis, fluktuasi harga minyak global memiliki dampak besar terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini karena Indonesia masih harus mengimpor sebagian kebutuhan minyak mentah untuk memenuhi konsumsi energi dalam negeri.

Jika harga minyak dunia terus meningkat, tekanan terhadap anggaran negara dan subsidi energi juga akan semakin besar.

Di sisi lain, stabilitas harga BBM sangat berkaitan erat dengan tingkat inflasi nasional. Kenaikan harga BBM biasanya berdampak langsung pada biaya transportasi, distribusi logistik, hingga harga bahan pokok.

Karena itu, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas fiskal negara dan daya beli masyarakat.

Selain faktor harga global, pemerintah juga memperhatikan kondisi konsumsi energi domestik yang biasanya meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Pada periode tersebut, aktivitas masyarakat meningkat mulai dari perjalanan mudik, transportasi logistik, hingga kegiatan ekonomi lainnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia