Adib Miftahul: Keputusan Ganjar Pranowo, Gambaran Sikap Politik PDIP

AKURAT.CO SUMSEL Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul, mengomentari keputusan Ganjar Pranowo untuk tidak terlibat dalam pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Adib, langkah Ganjar tersebut memiliki makna yang penting dalam dinamika politik nasional.
Adib memperkirakan bahwa keputusan Ganjar untuk tetap di luar pemerintahan tidak akan jauh berbeda dengan keputusan yang akan diambil oleh PDI Perjuangan di Rakernas yang akan datang, yang dipimpin oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
"Ini belum menjadi keputusan mutlak, tetapi menurut saya, jika tokoh sekaliber Ganjar sudah mengeluarkan pernyataan seperti itu, dia pasti sudah mengetahui arah yang akan diambil oleh PDIP di bawah pimpinan Ibu Ketum, Megawati," kata Adib dilansir dari Akurat.co pada Rabu (8/5/2024).
Adib menambahkan bahwa meskipun keputusan Ganjar adalah keputusan pribadi, namun diduga bahwa keputusan tersebut telah didasari oleh informasi-informasi internal mengenai sikap PDIP ke depannya.
Baca Juga: Basarnas Evakuasi 50 Warga, 2 Kecamatan Terdampak Banjir di OKU Sumsel
"Mungkin ini merupakan sebuah sinyal implisit dari Ganjar bahwa PDIP mungkin akan memilih untuk berada di oposisi. Namun, situasi ini masih dinamis dan bisa berubah, karena waktu yang masih cukup panjang," ujarnya.
Selain itu, keputusan Ganjar untuk tetap berada di luar pemerintahan juga menjadi simbol dari hubungan yang tegang antara PDIP dengan Presiden Joko Widodo.
"Keputusan ini juga menunjukkan bahwa hubungan antara PDIP dan Jokowi masih dalam kondisi panas, dan sulit untuk diredam saat ini," tegasnya.
Sebelumnya, mantan calon presiden Ganjar Pranowo telah menyatakan dirinya sebagai bagian dari oposisi untuk dapat menjadi kekuatan pengimbang terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Saya deklarasikan, pertama, saya tidak akan bergabung dalam pemerintahan ini," ujar Ganjar dalam acara Halalbihalal TPN Ganjar-Mahfud di Rumah Pemenangan, Jalan Teuku Umar, Jakarta, pada Senin (6/5/2024).
Meskipun begitu, Ganjar menegaskan bahwa ia akan tetap menghormati pemerintahan yang baru.
"Tetapi, saya sangat menghormati pemerintahan ini dan kami akan melakukan kontrol dengan cara yang benar," tutupnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









