Sumsel

Pengamat Politik Sebut Ada Tiga Faktor Penentu Kemenangan di Pilkada Sumsel, Politik Uang Salah Satunya

Deni Hermawan | 27 Mei 2024, 18:00 WIB
Pengamat Politik Sebut Ada Tiga Faktor Penentu Kemenangan di Pilkada Sumsel, Politik Uang Salah Satunya

AKURAT.CO SUMSEL Menjelang Pilkada Sumsel 2024, berbagai faktor menjadi penentu kemenangan para calon di Pilgub maupun Pilbup/Pilwako.

Pengamat Politik Sumsel, Madi Apriadi mengatakan ada tiga faktor yang bisa membawa kemenangan bagi para bakal calon.

Faktor pertama adalah figur kandidat itu sendiri. Masyarakat Indonesia masih sangat mempertimbangkan sosok figur dalam menentukan pilihannya.

"Dalam hal ini, penampilan yang menarik dan rekam jejak yang meyakinkan sangat mempengaruhi keputusan pemilih, figur yang memiliki reputasi baik dan dikenal luas oleh masyarakat cenderung lebih mudah mendapatkan dukungan," ujarnya, Senin (27/5/2024).

Faktor kedua yang tidak kalah pentingnya adalah strategi. Para kandidat harus memiliki strategi yang matang dan mantap.

"Strategi yang baik harus dijalankan secara selaras oleh partai politik dan relawan yang mendukung kandidat, sehingga mampu meyakinkan para pemilih," lanjutnya.

Kampanye yang efektif, pendekatan yang tepat kepada pemilih, serta penggunaan media sosial secara optimal menjadi bagian dari strategi yang harus diperhitungkan.

Baca Juga: Buat SKCK di Polrestabes Palembang, Prima Salam Tunjukkan Keseriusan

Lalu, faktor ketiga adalah sumber daya. Dalam sistem pemilu yang ada selama ini, mayoritas biaya kampanye masih berasal dari dana pribadi para calon.

"Tidak bisa dipungkiri, masyarakat kita sekarang ini sering memilih karena faktor uang. Besaran uang yang diberikan kadang menentukan pilihan mereka," jelasnya.

Baginya, politik uang masih menjadi faktor penentu yang signifikan, karena banyak masyarakat yang tergiur dengan iming-iming materi.

"Siraman rohani sering kalah dengan siraman uang dalam pileg maupun pilkada," tambahnya.

Hal ini mencerminkan bahwa edukasi politik yang baik masih menjadi tantangan di Indonesia.

Sedeangkan jika dilihat dari segi elektoral para bakal calon, sejauh ini sangat dinamis dan semua kemungkinan bisa terjadi.

Ia pun mencontohkan, petahana biasanya diuntungkan karena memiliki nama besar dan pengalaman menjabat.

Namun, pendatang baru atau nama baru juga memiliki peluang untuk mengalahkan petahana jika mampu memanfaatkan tiga faktor penentu tersebut dengan baik.

"Pada akhirnya, semua tergantung bagaimana ketiga faktor ini—figur, strategi, dan sumber daya—dapat diimplementasikan dengan baik oleh para kandidat," tutupnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto