Sumsel

Antisipasi Kesehatan Warga Binaan, Kemenkum HAM Sumsel Perintahkan Pemeriksaan Door to Door

Deni Hermawan | 9 Agustus 2024, 15:25 WIB
Antisipasi Kesehatan Warga Binaan, Kemenkum HAM Sumsel Perintahkan Pemeriksaan Door to Door

AKURAT.CO SUMSEL Menanggapi insiden meninggalnya tiga tahanan dalam satu bulan terakhir, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan (Kemenkum HAM Sumsel) mengambil langkah serius untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan para warga binaan.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkum HAM Sumsel, Mulyadi, memerintahkan petugas medis di seluruh Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan para napi dengan cara dari kamar ke kamar.

"Kami tidak ingin ada lagi kasus serupa. Saat ini, kami perintahkan dokter untuk memeriksa semua tahanan dan narapidana secara door to door. Jika ditemukan ada yang sakit, akan segera kami obati," tegas Mulyadi, Jumat (9/6/2024).

Mulyadi menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan ini merupakan langkah preventif untuk mendeteksi lebih awal jika ada tahanan atau narapidana yang memiliki riwayat kesehatan yang perlu perhatian khusus.

Tujuannya adalah agar penanganan medis dapat segera diberikan sebelum kondisi kesehatan mereka memburuk.

Selain itu, Mulyadi juga menyatakan bahwa jika ada warga binaan atau tahanan yang meninggal bukan karena sakit, pihaknya akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap petugas di rutan atau lapas terkait.

"Salah satu tanggung jawab kami untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para tahanan, jadi kami akan menginterogasi petugas jika ada warga binaan yang meninggal bukan karena sakit.," tambahnya.

Overkapasitas yang dialami oleh rutan dan lapas di Sumsel memang menjadi tantangan besar. Meski demikian, Mulyadi menjelaskan bahwa di setiap rutan, terdapat dua dokter yang selalu siap siaga untuk memeriksa kesehatan warga binaan atau tahanan yang membutuhkan perawatan medis.

Baca Juga: Lagi! Napi Rutan Kelas I Pakjo Palembang Tewas dengan Luka, Keluarga Minta Autopsi

"Kami akan memberikan perawatan medis ditempat jika ada yang sakit. Namun, jika kondisi mereka membutuhkan penanganan lebih lanjut, kami akan segera merujuknya ke rumah sakit terdekat," ungkapnya.

Langkah ini diambil setelah adanya kejadian yang memprihatinkan, di mana dalam kurun waktu sebulan, tiga tahanan meninggal dunia dengan penyebab yang berbeda-beda. Sumaryanto alias Bondol tewas karena dibunuh, Yogi Irawan meninggal dunia akibat sakit, dan Irohmin (22) juga meninggal diduga karena sakit. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto