Sumsel

Hitung-hitung Soal Investasi Emas vs Tanah, Mana yang Menguntungtungkan? Calon Orang Kaya Wajib Tahu

Deni Hermawan | 9 Juli 2024, 10:58 WIB
Hitung-hitung Soal Investasi Emas vs Tanah, Mana yang Menguntungtungkan? Calon Orang Kaya Wajib Tahu

AKURAT.CO SUMSEL Emas dan tanah sudah menjadi instumen investasi sejak lama yang mempunyai tingkat keuntungan tinggi dalam jangka waktu panjang.

Namun, diantara investasi emas dan Tanah dalam jangka waktu yang panjang, mana yang lebih menghasilkan profit lebih tinggi? Simak artikel ini sampai selesai.

Baca Juga: Panduan Memilih Perhiasan Emas yang Tepat, Begini Tips Jitu Agar Tidak Kecewa

Berikut ini beberapa hal yang harus dipertimbangan sebelum memulai investasi emas atau tanah agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan;

1. Jumlah Modal yang Dibutuhkan

Jika ingin berinvestasi tanah, kita harus menyiapkan modal yang cukup besar. Misalnya, jika sebuah bidang tanah dijual dengan luas 1000 meter, kita tidak bisa membeli hanya 10 meter sekarang dan 10 meter lagi bulan depan. Kita harus membeli seluruh bidang tanah tersebut sekaligus.

Sebaliknya, investasi emas lebih fleksibel terkait jumlah modal yang dibutuhkan.

Kita bisa membeli emas sesuai kemampuan kita. Misalnya, bulan ini kita bisa membeli 5 gram, dan bulan depan bisa menambah 10 gram lagi. Dengan demikian, kita bisa menyesuaikan investasi emas sesuai dengan kemampuan finansial kita.

Baca Juga: Ini 4 Toko Emas di Palembang, Berkualitas dan Populer, Sangat Recommended

2. Sumber Keuntungan

Investasi tanah memberikan dua sumber keuntungan utama: kenaikan harga tanah dan pendapatan dari sewa tanah.

Meskipun luas tanah tidak bertambah, kita bisa menyewakannya dan mendapatkan uang sewa yang dapat digunakan untuk membeli tanah lagi atau keperluan lainnya.

Di sisi lain, investasi emas cenderung hanya mengandalkan kenaikan harga emas. Kecuali kita berdagang emas secara aktif seperti toko emas, keuntungan dari emas terbatas pada kenaikan harga saja.

Ini berarti keuntungan dari investasi tanah bisa lebih banyak dibandingkan emas, karena selain kenaikan harga, kita juga bisa mendapatkan pendapatan dari sewa.

Baca Juga: Inflasi Palembang Mei 2024 Naik Tipis, Emas Masih Jadi Penyebab Utama

3. Alternatif untuk Dana Darurat

Dalam keadaan darurat, tanah kurang cocok untuk dijadikan sebagai dana darurat karena sulit dijual dengan cepat. Kita mungkin harus menjual tanah dengan harga lebih rendah untuk mendapatkan pembeli segera.

Sebaliknya, emas lebih mudah dijual dalam keadaan darurat. Kita bisa menjual emas di toko emas manapun dan mendapatkan uang dengan cepat. Emas memang bernilai dan mudah diperjualbelikan, menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk dana darurat.

Baca Juga: Berapa Harga Emas Antam Satu Suku Per 10 Mei 2024 di Kota Palembang? Cek Disini

4. Biaya Pemeliharaan

Investasi tanah memerlukan biaya pemeliharaan yang cukup besar. Misalnya, biaya notaris, biaya akad, biaya sertifikat, pajak PBB tahunan, biaya komisi agen saat jual, dan biaya balik nama.

Sementara itu, investasi emas memiliki biaya pemeliharaan yang lebih minim. Biaya yang paling umum adalah spread (selisih antara harga beli dan harga jual). Jika kita tidak menggunakan safe deposit box, biaya investasi emas sangat rendah dibandingkan dengan tanah.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Cincin Emas Untuk Tampil Menawan

5. Kenaikan Harga

Harga tanah atau rumah cenderung naik terus dan jarang mengalami penurunan, berbeda dengan harga emas yang fluktuatif. Namun, kenaikan harga tanah dipengaruhi oleh banyak faktor seperti lokasi, spesifikasi bangunan, dan waktu pembelian.

Sebagai contoh, jika kita membeli rumah lima tahun lalu, kenaikan harganya mungkin sekitar 34%. Sementara itu, kenaikan harga emas dalam periode yang sama bisa mencapai 58%. Jadi, meskipun harga tanah cenderung naik, faktor-faktor penentu kenaikannya banyak dan beragam.

Baca Juga: Emas 1,5 Kilogram Hasil Rampokan Belum Sempat Dijual, Polda Sumsel Ungkap Modus Operasi Perampokan

Jadi, mana yang lebih menguntungkan, investasi tanah atau emas? Sebenarnya, keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Idealnya, kita sebaiknya memiliki kedua jenis investasi ini untuk saling melengkapi.

Misalnya, kita bisa menjual emas sebagai dana darurat tanpa mengganggu investasi tanah kita. Di sisi lain, kita bisa menyewakan tanah untuk mendapatkan pendapatan tambahan. Dengan memiliki kedua aset ini, kita bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari kedua jenis investasi. (Dandy Dwi Putra Handho)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto