Meski Unggul dalam Survei, Nurul Aman Belum Tentukan Pasangan Pilbup Muara Enim

AKURAT.CO SUMSEL Kandidat bakal calon Bupati Muara Enim, Nurul Aman, masih membidik calon pasangannya untuk maju dalam pilkada Muaraenim mendatang.
Meskipun dalam survei elektabilitas yang dilakukan PDI-P namanya unggul mengalahkan 13 kandidat lainnya, namun hingga kini Nurul Aman belum menentukan siapa yang akan menjadi pasangannya.
"Hingga saat ini, sudah banyak yang melamar untuk mengajak duet. Namun, kita masih terus membidik. Targetnya, jika sudah maju, pasti ingin menang. Elektabilitas dan kemampuan lainnya menjadi pertimbangan kita. Sampai saat ini, komunikasi politik terus dilakukan baik ke calon kandidat maupun ke partai-partai," ujarnya, Jumat (5/7/2024).
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya belum tahu partai mana yang akan mengusungnya dalam pilkada mendatang.
"Kita mau cari perahu dulu. Saya juga tidak tahu mau maju lewat partai apa. Saat ini, PPP telah memberikan surat tugas ke H. Nasrun Umar (HNU), namun kita masih menunggu rekomendasi,"
"Jika PPP positif mengusung HNU, berarti kita tidak maju melalui PPP. Tapi, sampai saat ini, rekomendasi atau surat pengusungan dari PPP belum ada. Jadi, kita lihat situasi dulu. Jika ada yang mengusung, tentu kita siap untuk maju," jelasnya.
Baca Juga: Libatkan 13 Bakal, Calon PDI-P Gelar Survei Elektabilitas Calon Bupati Muara Enim
Ia merasa terpanggil untuk maju dalam pilkada Muaraenim 2024 karena ingin memenuhi keinginan masyarakat yang menginginkan putra daerah untuk memimpin Muaraenim.
"Sebenarnya, saya tidak ambisius dan terlalu terobsesi untuk 'nyalon'. Hanya saja, sebagai putra daerah, saya merasa terbebani jika kita yang tahu persis kondisi Muaraenim tidak mau maju. Karena itu, saya merasa terpanggil dan akhirnya mendaftarkan diri sebagai kandidat calon Bupati," katanya.
Ia juga menambahkan harapannya untuk mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat jika dirinya nanti resmi masuk sebagai calon bupati Muaraenim.
"Semua orang tahu siapa saya dulu. Saya pernah menjadi tukang ojek, saya pernah hidup dari bawah. Saya tidak akan bisa menjadi wakil bupati selama dua periode tanpa dukungan masyarakat. Begitu juga saat ini, dukungan dari masyarakat itulah yang saya butuhkan," tutupnya. (Ika)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









