Sumsel

World Music Jazz Festival 2024: Palembang Bebas Banjir PKL dan Pengamen, Persiapkan Keamanan Ketat di BKB!

Deni Hermawan | 18 November 2024, 18:28 WIB
World Music Jazz Festival 2024: Palembang Bebas Banjir PKL dan Pengamen, Persiapkan Keamanan Ketat di BKB!

AKURAT.CO SUMSEL Menjelang digelarnya World Music Jazz Festival 2024 pada 30 November mendatang, Pemerintah Kota Palembang memastikan kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) steril dari gangguan pengamen dan pedagang kaki lima (PKL).

Pembenahan ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan aman bagi wisatawan dan musisi internasional yang akan hadir di acara bergengsi pertama kalinya di Kota Palembang tersebut.

Sterilisasi kawasan BKB ini dilakukan dengan serius. Pemerintah Kota Palembang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah diberi instruksi langsung oleh Penjabat Wali Kota (Pj Wako) Palembang, Ucok Abdulrauf Damenta, untuk memastikan kelancaran acara.

Hal ini juga untuk mendukung upaya memaksimalkan potensi wisata dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kunjungan wisatawan yang hadir selama festival berlangsung.

Sekretaris Satpol PP Palembang, Herison, mengatakan, upaya sterilisasi kawasan BKB dilakukan untuk menjaga kenyamanan pengunjung dan keamanan acara.

“Acara ini berskala internasional, jadi kami harus menindaklanjuti instruksi Wali Kota agar kawasan BKB bebas dari PKL, pengamen, dan gangguan lainnya. Kami juga melakukan pembatasan jam operasional di area BKB hingga pukul 22:00 WIB,” katanya, Senin (18/11/2024).

Baca Juga: Debat Paslon Pilkada OKU Dihentikan, Bawaslu Sumsel: Seharusnya Debat Sampai Selesai

Dalam rangka mewujudkan keberhasilan acara tersebut, Pemkot Palembang mengerahkan sekitar 150 personel Satpol PP untuk menjaga keamanan kawasan BKB.

Dengan penjagaan yang maksimal, pihak berwenang berharap tidak ada masalah yang menghalangi kelancaran acara yang diprediksi akan menarik banyak pengunjung dan memberikan dampak positif bagi pariwisata Palembang.

Pj Wali Kota Palembang, Ucok Abdulrauf Damenta, berharap bahwa setelah acara ini, Palembang dapat semakin dikenal sebagai kota seni yang tidak hanya kaya akan sejarah, tetapi juga dinamis dalam aktivitas seni dan budaya.

“Palembang merupakan kota tertua di Indonesia dan sudah berkembang pesat. Ke depannya, Palembang akan menjadi kota seni yang semakin hidup dan menarik perhatian dunia,” ujarnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto