Sumsel Belum Tetapkan Siaga Bencana, 10 Daerah Telah Tetapkan Siaga Darurat

AKURAT.CO SUMSEL Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) belum menetapkan status siaga bencana untuk banjir dan tanah longsor.
Penetapan status tersebut masih menunggu tanda tangan dari Pj Gubernur Sumsel untuk Surat Keputusan (SK) resmi. Meskipun demikian, beberapa daerah telah meningkatkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menjelaskan bahwa meski penetapan status siaga darurat belum dilakukan, sejumlah daerah sudah menaikkan status menjadi siaga bencana.
“Provinsi belum menetapkan siaga darurat banjir dan tanah longsor, kami masih menunggu tanda tangan dari Pj Gubernur Sumsel untuk SK-nya,” ujar Sudirman, Jumat (17/1/2025).
Sebanyak 10 daerah di Sumsel yang dikenal sebagai wilayah rawan bencana, seperti OKU, Banyuasin, Muba, OKU Timur, Prabumulih, OKI, Ogan Ilir, Muratara, OKU Selatan, dan Muara Enim, telah menetapkan status siaga darurat. Daerah-daerah ini sering mengalami bencana hidrometeorologi setiap tahun.
Baca Juga: Tak Terima Dituduh Curi Dompet, Perawat Palembang Laporkan Dokter Polisi
Sudirman menambahkan bahwa meskipun beberapa bencana seperti banjir dan tanah longsor sudah terjadi, skalanya masih dalam kapasitas penanganan daerah.
"Yang penting tidak ada bencana besar. Selama kabupaten/kota bisa mengatasi, maka situasinya tetap aman," tuturnya.
Beberapa peristiwa bencana banjir dan tanah longsor juga telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, seperti akses jalan yang terputus akibat erosi tanah.
Meskipun status siaga darurat belum resmi, kesiapsiagaan di tingkat daerah tetap diutamakan, terutama mengingat musim penghujan yang masih berlangsung.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Sumsel dan pemerintah daerah telah melaksanakan apel siaga bencana. Apel ini bertujuan untuk mempersiapkan personel, peralatan, dan perlengkapan yang diperlukan jika terjadi bencana. Selain itu, koordinasi dengan BMKG juga terus dilakukan untuk memantau potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayah tersebut.
"Apel kesiapsiagaan bencana sudah dilakukan, dan koordinasi dengan BMKG juga terus berjalan untuk mengetahui potensi bencana yang mungkin terjadi," pungkas Sudirman. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









