Sumsel

Pemprov Sumsel Perpanjang Teknik Modifikasi Cuaca, Beberapa Wilayah di Sumsel Sudah Turun Hujan

Muhammad Husni Mushonifi | 13 Oktober 2023, 22:00 WIB
Pemprov Sumsel Perpanjang Teknik Modifikasi Cuaca, Beberapa Wilayah di Sumsel Sudah Turun Hujan

AKURAT.CO SUMSEL Beberapa wilayah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sudah turun hujan, maka itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) kembali memperpanjang teknik modifikasi cuaca (TMC).

Kepala Pelakasana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana mengatakan TMC diperpanjang mulai tanggal 13 hingga 17 Oktober 2023. Dan dengan diperpanjangnya TMC diharapkan hujan kembali turun.

"Alhamdulillah, kami menerima perpanjangan atas upaya dan perhatian dari pak gubernur yang meminta pusat kami untuk meminta perpanjangan hingga tanggal 17 ini. Ini bukan hanya karena perhatian pak gubernur, tetapi juga karena BMKG melaporkan kemungkinan hujan pada tanggal-tanggal tersebut," katanya, Jumat (13/10/2023).

Dia menyatakan bahwa TMC sebelumnya sangat efektif karena hujan di beberapa wilayah Sumsel membuat ISPU di Palembang menurun dan titik api berkurang.

"Alhamdulillah, hasil kemarin sangat efektif, seperti yang terlihat dari titik hotspot. ISPU juga mengalami penurunan yang signifikan karena beberapa kabupaten seperti OKI, OI, Muaraenim, Banyausin, Muba, Linggau, Mura, dan PALI sudah turun hujan," ucap Iqbal.

Untuk TMC akan dilakukan tiga kali sehari, tergantung pada potensi awan hujan yang ada.

"seperti yang saya katakan tadi, kadang-kadang tiga kali sehari, tergantung pada jumlah awan yang turun," ungkapnya.

Dia juga menyatakan bahwa untuk menangani kebakaran yang terjadi, personel dari TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni telah ditempatkan di lokasi yang rentan.

Selain itu, karena lahan yang terbakar mengandung mineral dan gambut, untuk penanganan karhutla sendiri berbeda.

"Untuk menangani karhutla, terdapat dua jenis lahan gambut dan mineral. Di lahan mineral, lokasinya tidak terlalu jauh dan pemadaman darat dapat dilakukan untuk mendapatkan akses ke jalan,"

 

"Namun, untuk lahan gambut ini, upaya darat dan udara diperlukan. Water bombing dapat digunakan untuk memicu api yang masih kecil dan belum meluas, tetapi kendalanya adalah air," sambungnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.