3 Komoditas ini Potensial Sumbang Inflasi saat Ramadan dan Idul Fitri

AKURAT.CO SUMSEL Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel menyoroti tiga komoditas yang secara konsisten berkontribusi terhadap inflasi pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Ramadan dan Idul Fitri.
Komoditas yang dimaksud adalah tarif angkutan udara, daging ayam, dan telur ayam.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Ricky P Gozali mengungkapkan bahwa inflasi di Sumsel pada bulan Februari mencapai 0,01%, yang merupakan angka kedua terendah di Pulau Sumatra.
"Namun, potensi lonjakan inflasi saat bulan puasa dan Idulfitri, yang rata-rata inflasinya sebelum pandemi mencapai 0,54%," katanya, Minggu (31/3/2024).
Dalam High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD se Sumsel, Ricky menjelaskan bahwa dari delapan komoditas pangan yang diamati, tujuh di antaranya perlu diwaspadai karena potensi terus meningkatnya harga.
Komoditas tersebut meliputi beras, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, aneka cabai, dan bawang.
Ricky menambahkan bahwa upaya pengendalian inflasi membutuhkan rekomendasi baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
Untuk jangka pendek, pengendalian inflasi dapat dilakukan melalui implementasi dan optimalisasi 4K, yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
"Sedangkan untuk jangka panjang, disarankan untuk mendorong implementasi IP200 dan IP300 untuk optimalisasi produksi beras, pengembangan budidaya, dan keberlanjutan pasokan komoditas tertentu," tutupnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









