Tiga Tahun Terakhir, Asupan Energi Orang Sumsel Stabil di Atas Standar

AKURAT.CO SUMSEL Rata-rata konsumsi energi masyarakat Provinsi Sumatera Selatan selama periode 2023–2025 tercatat berada di atas standar Angka Kecukupan Energi (AKE) nasional sebesar 2.100 kilokalori per kapita per hari. Kondisi ini menunjukkan kecukupan asupan energi masyarakat secara umum terus terjaga.
Secara agregat, konsumsi energi mengalami tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, rata-rata konsumsi energi mencapai 2.191,06 kkal per kapita per hari, kemudian naik menjadi 2.196,16 kkal pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 2.202,46 kkal pada 2025.
Jika ditinjau berdasarkan wilayah, penduduk perdesaan secara konsisten mencatat konsumsi energi lebih tinggi dibandingkan perkotaan. Pada 2023, konsumsi energi masyarakat desa berada di angka 2.201,88 kkal, meningkat menjadi 2.232,33 kkal pada 2024, dan mencapai 2.268,53 kkal pada 2025.
Sebaliknya, konsumsi energi masyarakat perkotaan menunjukkan kecenderungan menurun. Dari 2.173,28 kkal pada 2023, angkanya turun hingga sekitar 2.095,26 kkal pada 2025.
Baca Juga: Dinkes Pastikan Sumsel Masih Bersih dari Virus Nipah, Warga Diminta Tak Terpancing Hoaks
Perbedaan ini diduga dipengaruhi variasi pola makan serta tingkat aktivitas fisik, di mana masyarakat desa umumnya mengonsumsi pangan pokok berenergi tinggi dan memiliki aktivitas harian yang lebih berat.
Selain energi, rata-rata konsumsi protein masyarakat juga memperlihatkan tren positif. Pada 2023, konsumsi protein tercatat 65,10 gram per kapita per hari, meningkat menjadi 66,43 gram pada 2024, dan kembali naik menjadi 66,89 gram pada 2025.
Peningkatan ini mengindikasikan adanya perbaikan kualitas konsumsi pangan, khususnya dalam pemenuhan zat gizi pembangun yang penting bagi kesehatan dan produktivitas.
Menariknya, jika pada awal periode konsumsi protein masyarakat perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan perdesaan, kondisi tersebut berubah pada 2025. Konsumsi protein penduduk desa mencapai 66,98 gram per kapita per hari, sedikit melampaui perkotaan yang berada di angka 66,74 gram.
Perkembangan ini dinilai mencerminkan semakin baiknya akses masyarakat perdesaan terhadap sumber pangan berprotein. Hal tersebut kemungkinan berkaitan dengan meningkatnya produksi pangan lokal serta perubahan preferensi konsumsi masyarakat ke arah pola makan yang lebih bergizi.
Secara keseluruhan, tren konsumsi energi dan protein di Sumatera Selatan menunjukkan perbaikan dalam kualitas asupan masyarakat. Meski demikian, pemerataan akses pangan bergizi tetap menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan peningkatan kesejahteraan dan kesehatan penduduk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








