Curah Hujan Tinggi, Debit Sungai Musi di Palembang Naik Signifikan Tembus 4,61 Meter

AKURAT.CO SUMSEL Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu kenaikan debit air Sungai Musi di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).
Berdasarkan data Automatic Water Level Recorder (AWLR) di pos pantau Sekanak, Tinggi Muka Air (TMA) tercatat menyentuh angka 4,61 meter.
Kenaikan ini tergolong signifikan mengingat ketinggian normal air Sungai Musi biasanya berada di kisaran 3,5 meter pada peil scale. Hal ini menandakan adanya peningkatan debit air lebih dari satu meter dari batas normal.
Kepala Tim Pelaporan Monev WRDC dan Sisda Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII, Akson Nurhanafi, menjelaskan bahwa lonjakan ini dipicu oleh tingginya curah hujan merata di wilayah Sumsel.
"Dari pemantauan sensor TMA AWLR Sekanak, debit air mengalami kenaikan hingga 4,61 meter. Sementara untuk pembacaan manual pada peil scale tercatat di angka 3,86 meter," ujar Akson, Selasa (6/1/2026).
Kondisi serupa terpantau di sejumlah aliran sungai besar lainnya di wilayah Sumatera Selatan. Di Muara Enim, Sungai Lematang (pos AWLR Modong) menunjukkan ketinggian hingga 7,1 meter pada Senin sore.
Selain di Kota Palembang, tren kenaikan debit air juga terdeteksi di sejumlah titik pantau strategis lainnya di Sumatera Selatan. Di Kabupaten Musi Banyuasin, Sungai Batangharileko tercatat mencapai ketinggian 5,85 meter dan Sungai Lalan setinggi 3,98 meter.
Kondisi serupa terjadi di Banyuasin, di mana Sungai Komering terpantau menyentuh angka 5,84 meter, sementara di Kabupaten OKI, aliran sungai yang sama mencatatkan ketinggian 3,41 meter.
Akson memperingatkan bahwa tingginya debit di sungai utama akan berdampak langsung pada aliran anak sungai. Jika terjadi hujan ekstrem, aliran air dari anak sungai berpotensi terhambat menuju hilir, sehingga memicu luapan dan banjir di kawasan permukiman.
Pihak BBWS Sumatera VIII mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan. Langkah antisipasi seperti gotong royong membersihkan saluran air sangat diperlukan.
"Kami berharap masyarakat tidak membuang sampah ke aliran sungai. Sampah yang menumpuk dapat menghambat laju air dan memperbesar risiko banjir saat debit sungai sedang tinggi seperti sekarang," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








