DKPP Sumsel Imbau Peternak Lakukan Vaksin Mandiri untuk Antisipasi PMK

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Selatan mengimbau para peternak untuk melakukan vaksinasi mandiri sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi. Langkah ini diambil menyusul merebaknya kasus PMK di sejumlah daerah di Indonesia.
Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Effendi, mengungkapkan bahwa meskipun vaksinasi gratis tersedia, stok vaksin saat ini masih terbatas. Oleh karena itu, pihaknya mendorong peternak untuk mengambil langkah preventif secara mandiri.
"Pemberian vaksin gratis ada, tapi karena saat ini belum tersedia, kami harapkan peternak melakukan pencegahan PMK secara mandiri," ujar Ruzuan, Jumat (10/1/2025).
Menurutnya, vaksinasi merupakan salah satu upaya paling efektif untuk mencegah merebaknya PMK di wilayah Sumsel. Meski hingga kini belum ada laporan kasus baru, sejumlah daerah di Sumsel pernah terdampak penyakit ini.
DKPP Sumsel telah mengadakan rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan terkait untuk menyusun strategi antisipasi. Salah satu langkah utama adalah memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak.
Baca Juga: Bingung Cari Ide Konten YouTube? Ini 7 Cara Bikin Penonton Gak Bisa Berhenti Nonton!
"Hewan ternak yang masuk ke wilayah Sumsel wajib dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), terutama jika berasal dari daerah yang telah melaporkan adanya kasus PMK. Proses pemeriksaan kesehatan hewan juga akan diperketat untuk mencegah risiko penyebaran penyakit," tegasnya.
Selain itu, DKPP Sumsel juga berencana melakukan sosialisasi kepada peternak bekerja sama dengan berbagai pihak. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman tentang langkah pencegahan dan pengobatan.
"Upaya pencegahan secara tradisional, seperti pemberian ramuan herbal, dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh sapi. Selain itu, pemberian pakan yang berkualitas serta menjaga kebersihan kandang menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit," tambah Ruzuan.
Ruzuan mengimbau para peternak untuk segera melaporkan jika ditemukan indikasi kasus PMK di wilayah mereka. Langkah ini dinilai penting agar pencegahan dini dapat dilakukan sebelum virus menyebar ke hewan ternak lain.
"Apabila ditemukan ternak yang menunjukkan gejala PMK, segera informasikan kepada petugas yang berwenang. Langkah ini menjadi kunci dalam mencegah penyebaran penyakit lebih luas," katanya.
Berdasarkan data DKPP, populasi sapi di Sumsel saat ini mencapai sekitar 300 ribu ekor. Kabupaten OKU Timur memiliki populasi terbesar dengan 64 ribu ekor, diikuti oleh Banyuasin dengan 46 ribu ekor, OKI 36 ribu ekor, dan Musi Banyuasin 24 ribu ekor. Sisanya tersebar di berbagai daerah lainnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







