Sumsel

Profil Haji Halim, ‘Crazy Rich’ Palembang yang Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun

Maman Suparman | 22 Januari 2026, 16:45 WIB
Profil Haji Halim, ‘Crazy Rich’ Palembang yang Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun

AKURAT.CO SUMSEL Kabar duka menyelimuti Bumi Sriwijaya. Kms H Abdul Halim Ali, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Haji Halim, meninggal dunia pada usia 88 tahun di RSUD Siti Fatimah Az-Zahra, Palembang, Kamis (22/1/2026).

Dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Sumatera Selatan, kepergian Haji Halim meninggalkan jejak sejarah panjang di dunia bisnis dan sosial. Berikut adalah profil dan biodata lengkap sosok pengusaha legendaris tersebut.

Haji Halim adalah pendiri sekaligus pemilik PT Sentosa Mulia Bahagia. Meskipun usianya hampir menginjak sembilan dekade, pengaruhnya di sektor ekonomi Sumatera Selatan tetap kuat.

Bisnis utamanya berfokus pada sektor sumber daya alam, di mana ia mengelola ribuan hektar lahan karet dan kelapa sawit yang tersebar di wilayah Sumatera Selatan.

Selain perkebunan, ia juga merambah sektor pertambangan batubara melalui kepemilikan dua Izin Usaha Pertambangan (IUP) besar di Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin, di bawah bendera PT Uci Jaya (UJ) dan PT Karya Perintis Sejati (KPS).

Baca Juga: Haji Halim Akan Dishalatkan di Masjid Agung Palembang Besok

Statusnya sebagai tokoh sentral di Palembang membuat kediamannya sering dikunjungi oleh pejabat tinggi negara. Nama-nama besar seperti Presiden ke-7 RI Joko Widodo pernah bersilaturahmi langsung ke kediamannya.

Meski dikenal sebagai crazy rich, Haji Halim dipandang sebagai sosok yang memegang teguh nilai agama dan kepatuhan hukum. Ia dikenal sebagai pembayar pajak yang taat dan rutin menyalurkan donasi besar, termasuk wakaf uang ratusan juta rupiah melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Sebelum mengembuskan napas terakhir pada pukul 14.25 WIB, kondisi kesehatan Haji Halim dilaporkan menurun drastis akibat komplikasi penyakit dalam. Almarhum sempat mendapatkan perawatan intensif di ruang Cardiovascular Care Unit (CVCU) karena gangguan pada jantung, paru-paru, hingga fungsi liver.

Faktor usia yang sudah lanjut membuat kondisi fisiknya semakin melemah dalam beberapa pekan terakhir, hingga akhirnya dinyatakan wafat di hadapan keluarga tercinta.

Jenazah rencananya akan dishalatkan di Masjid Agung Palembang pada Jumat (23/1/2026) besok sebelum dikebumikan di pemakaman keluarga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia