TPID Sumsel Jaga Inflasi Tetap Stabil Jelang Ramadan, Panen Raya Diyakini Perkuat Pasokan Pangan

AKURAT.CO SUMSEL Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Selatan memastikan kondisi inflasi daerah masih terkendali menjelang periode Februari hingga Maret 2026. Masuknya musim panen raya padi dan jagung diyakini akan memperkuat ketersediaan pangan sekaligus menekan potensi kenaikan harga.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Bambang Pramono, menyatakan optimisme tersebut didukung oleh meningkatnya produksi komoditas utama yang berperan besar dalam menjaga stabilitas harga, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Dengan datangnya panen raya, pasokan pangan diperkirakan semakin kuat sehingga mampu meredam tekanan inflasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2026).
Meski inflasi diproyeksikan tetap terjaga, Bambang mengingatkan adanya beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah lonjakan konsumsi masyarakat saat perayaan besar seperti Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Lebaran.
Baca Juga: 113 Ribu Peserta BPJS PBI di Palembang Dinonaktifkan Pusat, Ini Penyebabnya
Selain itu, curah hujan yang masih tinggi hingga Februari berpotensi memengaruhi produksi pangan dan hortikultura, sehingga dapat memicu tekanan harga jika tidak diantisipasi sejak dini.
Untuk menjaga stabilitas, TPID Sumsel terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.
Sejumlah langkah konkret telah dilakukan, di antaranya menggelar operasi pasar murah, program gerakan pangan murah, serta menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bekerja sama dengan Perum Bulog.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menahan laju inflasi.
TPID juga terus memastikan distribusi pangan berjalan lancar melalui berbagai jaringan seperti Toko KePo, Rumah Pangan Kita (RPK), dan Toko Penyeimbang milik Perumda Pasar Palembang Jaya.
Tak hanya itu, pengawasan rutin dilakukan melalui inspeksi mendadak ke pasar, distributor, hingga produsen guna memastikan harga tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan stok tersedia.
Dengan berbagai langkah tersebut, TPID Sumsel optimistis stabilitas harga dapat terjaga dan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi, terutama saat permintaan meningkat menjelang hari besar keagamaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









