Sumsel

Sejarah Toyota Kijang Lahir dari Kerjasama dan Inovasi Hingga jadi Ikon Otomotif Indonesia

Haris Ma'ani | 9 Juni 2024, 16:54 WIB
Sejarah Toyota Kijang Lahir dari Kerjasama dan Inovasi Hingga jadi Ikon Otomotif Indonesia

AKURAT.CO SUMSEL Salah satu model paling sukses dari Toyota di Indonesia, Toyota Kijang, telah menjadi ikon otomotif sejak debutnya di tahun 1977.

Kehadirannya bukan hanya sekadar peluncuran produk, tetapi juga hasil dari upaya kolaboratif antara pemerintah Indonesia dan Toyota global, yang mencerminkan inovasi dan respons terhadap kebutuhan pasar lokal.

Program Kendaraan Bermotor Niaga Serbaguna (KBNS) yang dicanangkan pemerintah Indonesia pada awal 1970-an adalah asal mula Toyota Kijang.

Pada saat yang sama, Toyota global juga mengembangkan program Basic Utility Vehicle (BUV) yang pertama kali diterapkan di Filipina melalui Toyota Tamaraw.

Meski debut perdana Toyota Kijang di Indonesia berlangsung pada 9 Juni 1977 di Hotel Hilton, Jakarta, proses penelitian dan pengembangannya telah dimulai jauh sebelumnya.

Pada Jakarta Fair 1975, Toyota memperkenalkan prototipe Kijang yang dibawa oleh Mikio Nomura, GM Divisi Penjualan Toyota. Prototipe ini menjalani serangkaian tes di berbagai kota di pulau Jawa sebelum diluncurkan secara resmi.

Pertanyaan menarik yang sering muncul adalah asal-usul nama "Kijang". Beberapa spekulasi di media sosial menyebut bahwa Kijang merupakan akronim dari "Kerjasama Indonesia Jepang".

Tetapi nama ini tidak berasal dari akronim, menurut tiga sumber resmi Toyota: rilis pers tahun 1977, buku "Meniti Tali Generasi, 30 Tahun Kijang Menyatukan Setiap Keluarga" (2007), dan rilis resmi PT Toyota Astra Motor pada peringatan 45 tahun Toyota Kijang pada tahun 2022.

Penamaan Kijang sebenarnya berawal dari ide untuk menamakan mobil BUV Toyota dengan nama "Kancil", terinspirasi dari Toyota Tamaraw di Filipina yang berarti kerbau. Namun, nama Kancil tidak dipilih karena dalam dongeng anak-anak, kancil digambarkan sebagai hewan nakal yang suka mencuri ketimun.

Akibatnya, sayembara internal dilakukan di PT Toyota Astra Motor dan di antara para kepala dealer utama Toyota, termasuk Jusuf Kalla dari PT Hadji Kalla di Makassar.

Nama "Kijang" dipilih karena asosiasinya dengan hewan kijang yang dikenal lincah dan gesit.

Ketiga literatur resmi yang disebutkan sebelumnya tidak menyebutkan bahwa Kijang adalah akronim, melainkan nama ini terinspirasi dari karakteristik hewan kijang itu sendiri.

Sejak diluncurkan, Toyota Kijang telah mengalami berbagai evolusi, menjadi kendaraan yang mendominasi pasar otomotif Indonesia.

Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kemampuan Toyota dalam beradaptasi dengan kebutuhan pasar lokal tetapi juga mencerminkan kolaborasi sukses antara Indonesia dan Jepang dalam industri otomotif. (Kurnia)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto